<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6373947466133655534</id><updated>2011-07-08T05:37:32.599-07:00</updated><title type='text'>nurfahmi sigli</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://nurfahmisigli.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6373947466133655534/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nurfahmisigli.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>nurfahmi sigli</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17224812734733356205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>10</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6373947466133655534.post-4667196836836259235</id><published>2009-07-06T08:15:00.000-07:00</published><updated>2009-07-06T08:38:05.615-07:00</updated><title type='text'>ENERGI LAUT</title><content type='html'>&lt;h2 class="title"&gt;&lt;a href="http://majarimagazine.com/2008/01/energi-laut-1-ombak/" rel="bookmark" title="Pemanfaatan Energi Laut 1: Ombak"&gt;Pemanfaatan Energi Laut 1: Ombak&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;      &lt;p class="post-details"&gt;&lt;span id="icon-email"&gt;&lt;a href="http://majarimagazine.com/2008/01/energi-laut-1-ombak/email/" title="Email article" rel="nofollow"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                                                                                                                                            &lt;p&gt;&lt;img src="http://majarimagazine.com/wp-content/themes/catalyst/scripts/timthumb.php?src=http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/old/ombak.jpg&amp;amp;w=200&amp;amp;h=210&amp;amp;zc=1&amp;amp;q=80" alt="" class="left" /&gt;&lt;em&gt;Nenek moyangku orang pelaut, gemar mengarung luas samud’ra&lt;br /&gt;Menerjang ombak tiada takut, menempuh badai sudah biasa.&lt;br /&gt;Angin bertiup layar terkembang, ombak berdebur di tepi pantai&lt;br /&gt;Pemuda b’rani bangkit sekarang, ke laut kita beramai-ramai – &lt;strong&gt;Ibu Sud&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Konon, menurut sebuah lagu, nenek moyang kita berprofesi sebagai pelaut. Mereka menyadari bahwa laut memiliki potensi yang besar, yaitu ikan, tanaman laut, harta karun, dan masih banyak lagi. Kini kita pun mengetahui bahwa laut mengandung potensi sebagai salah satu sumber energi terbarukan; dan berkat kemajuan teknologi potensi tersebut dapat diwujudkan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Energi yang berasal dari laut (&lt;em&gt;ocean energy&lt;/em&gt;) dapat dikategorikan menjadi tiga macam: &lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://majarimagazine.com/2008/01/energi-laut-1-ombak/"&gt;energi ombak&lt;/a&gt; (&lt;em&gt;&lt;a href="http://majarimagazine.com/2008/01/energi-laut-1-ombak/"&gt;wave energy&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;),&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://http//majarimagazine.com/2008/01/energi-laut-2-pasang-surut"&gt;energi pasang surut&lt;/a&gt; (&lt;em&gt;&lt;a href="http://http//majarimagazine.com/2008/01/energi-laut-2-pasang-surut"&gt;tidal energy&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;), &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://majarimagazine.com/2008/01/pemanfaatan-energi-laut-3-panas-laut/"&gt;hasil konversi energi panas laut&lt;/a&gt; (&lt;em&gt;&lt;a href="http://majarimagazine.com/2008/01/pemanfaatan-energi-laut-3-panas-laut/"&gt;ocean thermal energy conversion&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;).&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Kita akan membahas bentuk-bentuk energi tersebut satu persatu dan bagaimana cara pemanfaatannya untuk menghasilkan energi listrik. Sebagai catatan, energi angin juga terkadang dikategorikan sebagai salah satu bentuk energi yang berasal dari laut (pengecualian untuk artikel ini dimana energi angin tidak masuk dalam pembahasan). &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Prinsip sederhana dari pemanfaatan ketiga bentuk energi itu adalah: memakai energi kinetik untuk memutar turbin yang selanjutnya menggerakkan generator untuk menghasilkan listrik. Artikel kali ini ialah bagian dari 3 artikel yang membahas tentang energi yang dapat dimanfaatkan dari laut. Di bagian pertama trilogi artikel ini, energi ombak (&lt;em&gt;wave energy&lt;/em&gt;) akan dibahas terlebih dahulu.&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;Energi ombak&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Ombak dihasilkan oleh angin yang bertiup di permukaan laut. Sesungguhnya ombak merupakan sumber energi yang cukup besar, namun, untuk memanfaatkan energi yang terkandungnya tidaklah mudah; terlebih lagi mengubahnya menjadi listrik dalam jumlah yang memadai. Inilah sebabnya jumlah pembangkit listrik tenaga ombak yang ada di dunia sangat sedikit.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Salah satu metode yang efektif untuk memanfaatkan energi ombak adalah dengan membalik cara kerja alat pembuat ombak yang biasa terdapat di kolam renang. Pada kolam renang dengan ombak buatan, udara ditiupkan keluar masuk sebuah ruang di tepi kolam yang mendorong air sehingga bergoyang naik turun menjadi ombak.&lt;/p&gt; &lt;div class="thumb tright"&gt; &lt;div class="thumbinner" style="width: 225px;"&gt;&lt;img src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2008/01/gambar1.png" alt="gambar1.png" class="thumbimage" /&gt; &lt;div class="thumbcaption"&gt;&lt;strong&gt;Gambar 1.&lt;/strong&gt; Skema &lt;em&gt;Oscillating Water Column&lt;/em&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;p&gt;Pada sebuah pembangkit listrik bertenaga ombak (PLTO), aliran masuk dan keluarnya ombak ke dalam ruangan khusus menyebabkan terdorongnya udara keluar dan masuk melalui sebuah saluran di atas ruang tersebut &lt;em&gt;(Lihat gambar 1)&lt;/em&gt;. Jika di ujung saluran diletakkan sebuah turbin, maka aliran udara yang keluar masuk tersebut akan memutar turbin yang menggerakkan generator. Masalah dengan desain ini ialah aliran keluar masuk udara dapat menimbulkan kebisingan, akan tetapi, karena aliran ombak pun sudah cukup bising umumnya ini tidak menjadi masalah besar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah selesai dibangun, energi ombak dapat diperoleh secara gratis, tidak butuh bahan bakar, dan tidak pula menghasilkan limbah ataupun polusi. Namun tantangannya adalah bagaimana membangun alat yang mampu bertahan dalam kondisi cuaca buruk di laut yang terkadang sangat ganas, tetapi pada saat bersamaan mampu menghasilkan listrik dalam jumlah yang memadai dari ombak-ombak kecil (jika hanya dapat menghasilkan listrik ketika terjadi badai besar maka suplai listriknya kurang dapat diandalkan).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beberapa perusahaan yang mengembangkan PLTO versi komersial sesuai dengan metode yang dijelaskan di atas antara lain: &lt;em&gt;Wavegen &lt;/em&gt;dari Inggris, dengan prototipnya yang bernama LIMPET dengan kapasitas 500 kW di pantai barat Skotlandia, dan &lt;em&gt;Energetech &lt;/em&gt;dari Australia yang sedang mengusahakan proposal proyek PLTO berkapasitas 2 MW di Rhode Island.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain metode yang telah dijelaskan, beberapa perusahaan &amp;amp; institusi lainnya mengembangkan metode yang berbeda untuk memanfaatkan ombak sebagai penghasil energi listrik:&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Ocean Power Delivery&lt;/em&gt;; perusahaan ini mendesain tabung-tabung yang sekilas terlihat seperti ular mengambang di permukaan laut (dengan sebutan Pelamis) sebagai penghasil listrik. Setiap tabung memiliki panjang sekitar 122 meter dan terbagi menjadi empat segmen. Setiap ombak yang melalui alat ini akan menyebabkan tabung silinder tersebut bergerak secara vertikal maupun lateral. Gerakan yang ditimbulkan akan mendorong piston diantara tiap sambungan segmen yang selanjutnya memompa cairan hidraulik bertekanan melalui sebuah motor untuk menggerakkan generator listrik. Supaya tidak ikut terbawa arus, setiap tabung ditahan di dasar laut menggunakan jangkar khusus.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Renewable Energy Holdings&lt;/em&gt;; ide mereka untuk menghasilkan listrik dari tenaga ombak menggunakan peralatan yang dipasang di dasar laut dekat tepi pantai sedikit mirip dengan Pelamis. Prinsipnya menggunakan gerakan naik turun dari ombak untuk menggerakkan piston yang bergerak naik turun pula di dalam sebuah silinder. Gerakan dari piston tersebut selanjutnya digunakan untuk mendorong air laut guna memutar turbin.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;SRI International&lt;/em&gt;; konsepnya menggunakan sejenis plastik khusus bernama elastomer dielektrik yang bereaksi terhadap listrik. Ketika listrik dialirkan melalui elastomer tersebut, elastomer akan meregang dan terkompresi bergantian. Sebaliknya jika elastomer tersebut dikompresi atau diregangkan, maka energi listrik pun timbul. Berdasarkan konsep tersebut idenya ialah menghubungkan sebuah pelampung dengan elastomer yang terikat di dasar laut. Ketika pelampung diombang-ambingkan oleh ombak, maka regangan maupun tahanan yang dialami elastomer akan menghasilkan listrik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;BioPower Systems&lt;/em&gt;; perusahaan inovatif ini mengembangkan sirip-ekor-ikan-hiu buatan dan rumput laut mekanik untuk menangkap energi dari ombak. Idenya bermula dari pemikiran sederhana bahwa sistem yang berfungsi paling baik di laut tentunya adalah sistem yang telah ada disana selama beribu-ribu tahun lamanya. Ketika arus ombak menggoyang sirip ekor mekanik dari samping ke samping sebuah kotak gir akan mengubah gerakan osilasi tersebut menjadi gerakan searah yang menggerakkan sebuah generator magnetik. Rumput laut mekaniknya pun bekerja dengan cara yang sama, yaitu dengan menangkap arus ombak di permukaan laut dan menggunakan generator yang serupa untuk merubah pergerakan laut menjadi listrik.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;div class="thumb clearfloat" align="center"&gt; &lt;div class="thumbinner" style="width: 544px;"&gt;&lt;img src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2008/01/gambar2.jpg" alt="gambar2.jpg" class="thumbimage" /&gt; &lt;div class="thumbcaption"&gt;&lt;strong&gt;Gambar 2.&lt;/strong&gt; Berbagai Desain Inovatif dari Pembangkit Listrik Bertenaga Ombak.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Gambar kiri (1):&lt;/strong&gt; Pelamis Wave Energy Converters dari Ocean Power Delivery. Proyek komersial pertama dengan kapasitas 2,25 MW telah dibangun di tengah laut 4,8 km dari tepi pantai Portugal. &lt;strong&gt;Gambar tengah (2):&lt;/strong&gt; rumput laut mekanik yang disebut juga Biowave.  &lt;strong&gt;Gambar kanan (3):&lt;/strong&gt; sirip ekor ikan hiu buatan yang disebut Biostream. Keduanya merupakan hasil ciptaan Prof. Tim Finnigan dari Departemen Teknik Kelautan, University of Sydney. &lt;em&gt;Picture credits: (1) popsci.com, (2) &amp;amp; (3) Popular Science, April 2007.&lt;/em&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;p&gt;Secara ringkas, kelebihan dan kekurangan pembangkit listrik berenergi ombak yaitu:&lt;br /&gt;Kelebihan:&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Energi bisa diperoleh secara gratis.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak butuh bahan bakar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak menghasilkan limbah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mudah dioperasikan dan biaya perawatan rendah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dapat menghasilkan energi dalam jumlah yang memadai.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Kekurangan:&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Bergantung pada ombak; kadang dapat energi, kadang pula tidak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perlu menemukan lokasi yang sesuai dimana ombaknya kuat dan muncul secara konsisten. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; Nah, bagaimana dengan energi pasang surut (&lt;em&gt;tidal energy&lt;/em&gt;) dan hasil konversi energi panas laut (&lt;em&gt;ocean thermal energy conversion&lt;/em&gt;)?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6373947466133655534-4667196836836259235?l=nurfahmisigli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nurfahmisigli.blogspot.com/feeds/4667196836836259235/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nurfahmisigli.blogspot.com/2009/07/energi-laut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6373947466133655534/posts/default/4667196836836259235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6373947466133655534/posts/default/4667196836836259235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nurfahmisigli.blogspot.com/2009/07/energi-laut.html' title='ENERGI LAUT'/><author><name>nurfahmi sigli</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17224812734733356205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6373947466133655534.post-3773892294322326584</id><published>2009-07-06T07:48:00.000-07:00</published><updated>2009-07-06T08:11:01.080-07:00</updated><title type='text'>udara</title><content type='html'>&lt;h1&gt;Zat-zat Pencemar dan Pencemaran Udar&lt;/h1&gt;&lt;div class="time"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="the_content"&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Adanya gas-gas dan partikulat-partikulat tersebut, baik yang diperoleh secara alami dari gunung berapi, pelapukan tumbuh-tumbuhan, ledakan gunung berapi dan kebakaran hutan, maupun yang diperoleh dari kegiatan manusia ini akan mengganggu siklus yang ada di udara dan dengan sendirinya akan mengganggu sistem keseimbangan dinamik di udara, sehingga dapat menyebabkan terjadinya &lt;em&gt;pencemaran udara&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Gas-gas CO, SO2, H2S, partikulat padat dan partikulat cair yang dapat mencemari udara secara alami ini disebut &lt;em&gt;bahan pencemar udara alami&lt;/em&gt;, sedangkan yang dihasilkan karena kegiatan manusia disebut &lt;em&gt;bahan pencemar buatan&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Untuk kepentingan kesejahteraan makhluk hidup di alam semesta ini telah terjadi &lt;em&gt;sistem keseimbangan dinamik&lt;/em&gt; melalui berbagai macam siklus yang telah diatur oleh Tuhan Yang Maha Esa. Salah satu contoh adalah siklus nitrogen dan siklus karbon.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-3253" src="http://www.chem-is-try.org/wp-content/uploads/2009/03/gambar1.jpg" alt="" width="400" height="284" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;Gambar 1 Siklus nitrogen&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;Sumber: &lt;em&gt;“Environmental Science”, &lt;/em&gt;third edition, 1984, Jonathan Turk &amp;amp; Amos Turk, hal. 52&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bahan pencemar yang dihasilkan oleh kegiatan manusia ini konsentrasinya relatif lebih tinggi dibandingkan dengan yang sudah ada di udara, terjadi secara alami, sehingga dapat mengganggu sistem kesetimbangan dinamik di udara dan dengan demikian dapat mengganggu kesejahteraan manusia dan lingkungannya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-3254" src="http://www.chem-is-try.org/wp-content/uploads/2009/03/gambar2.jpg" alt="" width="400" height="274" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;Gambar 2 Siklus karbon&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;Sumber: &lt;em&gt;“Environmental Science”, &lt;/em&gt;third edition, 1983, hal. 50&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Sumber bahan pencemar udara &lt;/em&gt;ada lima macam yang merupakan penyebab utama (sekitar 90%) terjadinya pencemaran udara global di seluruh dunia yaitu:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Gas karbon monoksida, CO&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gas-gas nitrogen oksida, NOx&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gas hidrokarbon, CH&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gas belerang oksida, SOx&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Partikulat-partikulat (padat dan cair)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Gas karbon monoksida merupakan bahan pencemar yang paling banyak terdapat di udara, sedangkan bahan pencemar berupa partikulat (padat maupun cair) merupakan bahan pencemar yang sangat berbahaya (sifat racunnya sekitar 107 kali dari sifat racunnya gas karbon monoksida).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;a. Gas karbon monoksida, CO &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Karbon monoksida adalah gas yang tidak berwarna, tidak berbau, tidak mempunyai rasa, titik didih -192º C, tidak larut dalam air dan beratnya 96,5% dari berat udara. Reaksi-reaksi yang menghasilkan gas karbon monoksida antara lain:&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pembakaran tidak sempurna dari bahan bakar atau senyawa­ senyawa karbon lainnya:&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="padding-left: 90px;"&gt;2 C + O 2 ? 2 CO&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Reaksi antara gas karbon dioksida dengan karbon dalam proses industri yang terjadi dalam tanur:&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="padding-left: 90px;"&gt;CO2 + C ? 2 CO&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Penguraian gas karbon dioksida pada suhu tinggi:&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="padding-left: 90px;"&gt;2 CO2 ? 2 CO + O 2&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Gas karbon monoksida yang dihasilkan secara alami yang masuk ke atmosfer lebih sedikit bila dibandingkan dengan yang dihasilkan dari kegiatan manusia.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;b. Gas-gas Nitrogen oksida, NO&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;x &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Gas-gas Nitrogen oksida yang ada di udara adalah Nitrogen monoksida NO, dan Nitrogen dioksida NO2 termasuk bahan pencemar udara. Gas Nitrogen monoksida tidak berwarna, tidak berbau, tetapi gas nitrogen dioksida berwarna coklat kemerahan dan berbau tajam dan menyebabkan orang menjadi lemas. Reaksi-reaksi yang menghasilkan gas NO dan NO2 antara lain:&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 150px;"&gt;(1210 - 1765)ºC&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 90px;"&gt;2 N + O2  ? 2 NO&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 90px;"&gt;2 NO + O2 ? 2 NO&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 90px;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;c. Hidrokarbon CH&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sumber terbesar senyawa hidrokarbon adalah tumbuh­tumbuhan. Gas metana CH4 adalah senyawa hidrokarbon yang banyak dihasilkan dari penguraian senyawa organik oleh bakteri anaerob yang terjadi dalam air, dalam tanah dan dalam sedimen yang masuk ke dalam lapisan atmosfer:&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 90px;"&gt;2 (CH2O)n ? CO2 + CH4&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;d. Gas-gas belerang oksida SO&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;x &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Gas belerang dioksida SO2 tidak berwarna, dan berbau sangat tajam. Gas belerang dioksida dihasilkan dari pembakaran senyawa­senyawa yang mengandung unsur belerang. Gas belerang dioksida SO2 terdapat di udara biasanya bercampur dengan gas belerang trioksida SO3 dan campuran ini diberi simbol sebagai SOx.&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 90px;"&gt;S + O2 ? SO2&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 90px;"&gt;2 SO2 + O 2 ? 2 SO3&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 90px;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;e. Partikulat&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Yang dimaksud dengan partikulat adalah berupa butiran-butiran kecil zat padat dan tetes-tetes air. Partikulat-partikulat ini banyak terdapat dalam lapisan atmosfer dan merupakan bahan pencemar udara yang sangat berbahaya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6373947466133655534-3773892294322326584?l=nurfahmisigli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nurfahmisigli.blogspot.com/feeds/3773892294322326584/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nurfahmisigli.blogspot.com/2009/07/udara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6373947466133655534/posts/default/3773892294322326584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6373947466133655534/posts/default/3773892294322326584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nurfahmisigli.blogspot.com/2009/07/udara.html' title='udara'/><author><name>nurfahmi sigli</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17224812734733356205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6373947466133655534.post-8781831723213999667</id><published>2009-07-02T03:36:00.000-07:00</published><updated>2009-07-02T03:39:38.202-07:00</updated><title type='text'>tata surya</title><content type='html'>&lt;p class="postmeta"&gt;     Oktober 5, 2006 pada 3:12 pm     · Disimpan dalam &lt;a href="http://id.wordpress.com/tag/astronomy/" title="Lihat seluruh tulisan dalam astronomy" rel="category tag"&gt;astronomy&lt;/a&gt;         &lt;/p&gt;           &lt;p align="justify"&gt; Sebuah teori lahir dari keingintahuan akan suatu kejadian atau keadaan. Tidak mudah untuk mempercayai sebuah teori baru, apalagi jika teori tersebut lahir ditengah kondisi masyarakat yang memiliki kepercayaan yang berbeda. Tapi itulah kenyataan yang harus dihadapi oleh para ilmuwan di awal-awal penemuan mereka.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Hal utama yang dihadapi untuk mengerti lebih jauh lagi tentang Tata Surya adalah bagaimana Tata Surya itu terbentuk, bagaimana objek-objek didalamnya bergerak dan berinteraksi serta gaya yang bekerja mengatur semua gerakan tersebut. Jauh sebelum Masehi, berbagai penelitian, pengamatan dan perhitungan telah dilakukan untuk mengetahui semua rahasia dibalik Tata Surya.&lt;span id="more-94"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pengamatan pertama kali dilakukan oleh bangsa China dan Asia Tengah, khususnya dalam pengaruhnya pada navigasi dan pertanian. Dari para pengamat Yunani ditemukan bahwa selain objek-objek yang terlihat tetap di langit, tampak juga objek-objek yang mengembara dan dinamakan planet. Orang-orang Yunani saat itu menyadari bahwa Matahari, Bumi, dan Planet merupakan bagian dari sistem yang berbeda. Awalnya mereka memperkirakan Bumi dan Matahari berbentuk pipih tapi Phytagoras (572-492 BC) menyatakan semua benda langit berbentuk bola (bundar).&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Sampai dengan tahun 1960, perkembangan teori pembentukan Tata Surya bisa dibagi dalam dua kelompok besar yakni masa sebelum Newton dan masa sesudah Newton.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Permulaan Perhitungan Ilmiah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perhitungan secara ilmiah pertama kali dilakukan oleh Aristachrus dari Samos (310-230 BC). Ia mencoba menghitung sudut Bulan-Bumi-Matahari dan mencari perbandingan jarak dari Bumi-Matahari, dan Bumi-Bulan. Aristachrus juga merupakan orang pertama yang menyimpulkan Bumi bergerak mengelilingi Matahari dalam lintasan berbentuk lingkaran yang menjadi titik awal teori Heliosentrik. Jadi bisa kita lihat kalau teori heliosentrik bukan teori yang baru muncul di masa Copernicus. Namun jauh sebelum itu, Aristrachrus sudah meletakkan dasar bagi teori heliosentris tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pada era Alexandria, Eratoshenes (276-195BC) dari Yunani berhasil menemukan cara mengukur besar Bumi, dengan mengukur panjang bayangan dari kolom Alexandria dan Syene. Ia menyimpulkan, perbedaan lintang keduanya merupakan 1/50 dari keseluruhan revolusi. Hasil perhitungannya memberi perbedaan sebesar 13% dari hasil yang ada saat ini.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Ptolemy dan Teori Geosentrik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ptolemy (c 150AD) menyatakan bahwa semua objek bergerak relatif terhadap bumi. Dan teori ini dipercaya selama hampir 1400 tahun. Tapi teori geosentrik mempunyai kelemahan, yaitu Matahari dan Bulan bergerak dalam jejak lingkaran mengitari Bumi, sementara planet bergerak tidak teratur dalam serangkaian simpul ke arah timur. Untuk mengatasi masalah ini, Ptolemy mengajukan dua komponen gerak. Yang pertama, gerak dalam orbit lingkaran yang seragam dengan periode satu tahun pada titik yang disebut deferent. Gerak yang kedua disebut epycycle, gerak seragam dalam lintasan lingkaran dan berpusat pada deferent.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Teori heliosentrik dan gereja&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Nicolaus Copernicus (1473-1543) merupakan orang pertama yang secara terang-terangan menyatakan bahwa Matahari merupakan pusat sistem Tata Surya, dan Bumi bergerak mengeliinginya dalam orbit lingkaran. Untuk masalah orbit, data yang didapat Copernicus memperlihatkan adanya indikasi penyimpangan kecepatan sudut orbit planet-planet. Namun ia mempertahankan bentuk orbit lingkaran dengan menyatakan bahwa orbitnya tidak kosentrik. Teori heliosentrik disampaikan Copernicus dalam publikasinya yang berjudul &lt;em&gt;De Revolutionibus Orbium Coelestium&lt;/em&gt; kepada Paus Pope III dan diterima oleh gereja.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Tapi dikemudian hari setelah kematian Copernicus pandangan gereja berubah ketika pada akhir abad ke-16 filsuf Italy, Giordano Bruno, menyatakan semua bintang mirip dengan Matahari dan masing-masing memiliki sistem planetnya yang dihuni oleh jenis manusia yang berbeda. Pandangan inilah yang menyebabkan ia dibakar dan teori Heliosentrik dianggap berbahaya karena bertentangan dengan pandangan gereja yang menganggap manusialah yang menjadi sentral di alam semesta.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Lahirnya Hukum Kepler&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Walaupun Copernicus telah menerbitkan tulisannya tentang Teori Heliosentrik, tidak semua orang setuju dengannya. Salah satunya, Tycho Brahe (1546-1601) dari Denmark yang mendukung teori matahari dan bulan mengelilingi bumi sementara planet lainnya mengelilingi matahari. Tahun 1576, Brahe membangun sebuah observatorium di pulau Hven, di laut Baltic dan melakukan penelitian disana sampai kemudian ia pindah ke Prague pada tahun 1596.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Di Prague, Brahe menghabiskan sisa hidupnya menyelesaikan tabel gerak planet dengan bantuan asistennya Johannes Kepler (1571-1630). Setelah kematian Brahe, Kepler menelaah data yang ditinggalkan Brahe dan menemukan bahwa orbit planet tidak sirkular melainkan elliptik.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kepler kemudian mengeluarkan tiga hukum gerak orbit yang dikenal sampai saat ini yaitu ;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Planet bergerak dalam orbit ellips mengelilingi matahari sebagai pusat sistem.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Radius vektor menyapu luas yang sama dalam interval waktu yang sama.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kuadrat kala edar planet mengelilingi matahari sebanding dengan pangkat tiga jarak rata-rata dari matahari.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kepler menuliskan pekerjaannya dalam sejumlah buku, diantaranya adalah &lt;em&gt;Epitome of The Copernican Astronomy&lt;/em&gt; dan segera menjadi bagian dari daftar &lt;em&gt;Index Librorum Prohibitorum&lt;/em&gt; yang merupakan buku terlarang bagi umat Katolik. Dalam daftar ini juga terdapat publikasi Copernicus, &lt;em&gt;De Revolutionibus Orbium Coelestium.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Awal mula dipakainya teleskop &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1608, teleskop dibuat oleh Galileo Galilei (1562-1642), .Galileo merupakan seorang professor matematika di Pisa yang tertarik dengan mekanika khususnya tentang gerak planet. Ia salah satu yang tertarik dengan publikasi Kepler dan yakin tentang teori heliosentrik. Dengan teleskopnya, Galileo berhasil menemukan satelit-satelit Galilean di Jupiter dan menjadi orang pertama yang melihat keberadaan cincin di Saturnus.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Salah satu pengamatan penting yang meyakinkannya mengenai teori heliosentrik adalah masalah fasa Venus. Berdasarkan teori geosentrik, Ptolemy menyatakan venus berada dekat dengan titik diantara matahari dan bumi sehingga pengamat dari bumi hanya bisa melihat venus saat mengalami fasa sabit.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Tapi berdasarkan teori heliosentrik dan didukung pengamatan Galileo, semua fasa Venus bisa terlihat bahkan ditemukan juga sudut piringan venus lebih besar saat fasa sabit dibanding saat purnama. Publikasi Galileo yang memuat pemikirannya tentang teori geosentrik vs heliosentrik&lt;em&gt;, Dialogue of The Two Chief World System&lt;/em&gt;, menyebabkan dirinya dijadikan tahanan rumah dan dianggap sebagai penentang oleh gereja.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Dasar yang diletakkan Newton&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Di tahun kematian Galileo, Izaac Newton (1642-1727) dilahirkan. Bisa dikatakan Newton memberi dasar bagi pekerjaannya dan orang-orang sebelum dirinya terutama mengenai asal mula Tata Surya. Ia menyusun Hukum Gerak Newton dan kontribusi terbesarnya bagi Astronomi adalah Hukum Gravitasi yang membuktikan bahwa gaya antara dua benda sebanding dengan massa masing-masing objek dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua benda. Hukum Gravitasi Newton memberi penjelasan fisis bagi Hukum Kepler yang ditemukan sebelumnya berdasarkan hasil pengamatan. Hasil pekerjaannya dipublikasikan dalam&lt;em&gt; Principia&lt;/em&gt; yang ia tulis selama 15 tahun.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Teori Newton menjadi dasar bagi berbagai teori pembentukan Tata Surya yang lahir kemudian, sampai dengan tahun 1960 termasuk didalamnya teori monistik dan teori dualistik. Teori monistik menyatakan bahwa matahari dan planet berasal dari materi yang sama. Sedangkan teori dualistik menyatakan matahari dan bumi berasal dari sumber materi yang berbeda dan terbetuk pada waktu yang berbeda.&lt;/p&gt; &lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6373947466133655534-8781831723213999667?l=nurfahmisigli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nurfahmisigli.blogspot.com/feeds/8781831723213999667/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nurfahmisigli.blogspot.com/2009/07/oktober-5-2006-pada-312-pm-disimpan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6373947466133655534/posts/default/8781831723213999667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6373947466133655534/posts/default/8781831723213999667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nurfahmisigli.blogspot.com/2009/07/oktober-5-2006-pada-312-pm-disimpan.html' title='tata surya'/><author><name>nurfahmi sigli</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17224812734733356205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6373947466133655534.post-52870943999200402</id><published>2009-06-27T03:13:00.000-07:00</published><updated>2009-06-27T03:18:16.865-07:00</updated><title type='text'>GAYA</title><content type='html'>&lt;h1 id="firstHeading" class="firstHeading"&gt;Gaya (fisika)&lt;/h1&gt;       &lt;h3 id="siteSub"&gt;Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas&lt;/h3&gt;              &lt;div id="jump-to-nav"&gt;Langsung ke: &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gaya_%28fisika%29#column-one"&gt;navigasi&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gaya_%28fisika%29#searchInput"&gt;cari&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;   &lt;!-- start content --&gt;    &lt;table class="noprint messagebox ambox-content" style=""&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td class="ambox-image"&gt; &lt;div style="width: 52px;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Broom_icon.svg" class="image" title="Broom icon.svg"&gt;&lt;img alt="" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/2/2c/Broom_icon.svg/50px-Broom_icon.svg.png" width="50" height="50" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td class="ambox-text" style="border: medium none ; padding: 0.25em 0.9em; width: 100%;"&gt;&lt;b&gt;Artikel bertopik fisika ini perlu &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Merapikan_artikel" title="Wikipedia:Merapikan artikel"&gt;dirapikan&lt;/a&gt; agar memenuhi standar Wikipedia&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;small&gt;Merapikan artikel bisa berupa membagi artikel ke dalam paragraf atau &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Wikifikasi" title="Wikipedia:Wikifikasi"&gt;wikifikasi artikel&lt;/a&gt;. Setelah dirapikan, tolong hapus pesan ini.&lt;/small&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;div class="noprint dablink boilerplate"&gt; &lt;dl&gt;&lt;dd&gt;&lt;i&gt;Untuk kegunaan lain dari Gaya, lihat &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gaya_%28disambiguasi%29" title="Gaya (disambiguasi)"&gt;Gaya (disambiguasi)&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt; &lt;/div&gt; &lt;p&gt;Di dalam ilmu &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fisika" title="Fisika"&gt;fisika&lt;/a&gt;, &lt;b&gt;gaya&lt;/b&gt; atau &lt;b&gt;kakas&lt;/b&gt; adalah apapun yang dapat menyebabkan sebuah benda ber&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Massa" title="Massa"&gt;massa&lt;/a&gt; mengalami &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Percepatan" title="Percepatan"&gt;percepatan&lt;/a&gt;.&lt;sup id="cite_ref-0" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gaya_%28fisika%29#cite_note-0"&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;. Gaya memiliki &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Besar&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Besar (halaman belum tersedia)"&gt;besar&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Arah&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Arah (halaman belum tersedia)"&gt;arah&lt;/a&gt;, sehingga merupakan besaran &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Vektor" title="Vektor"&gt;vektor&lt;/a&gt;. &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Satuan_SI" title="Satuan SI" class="mw-redirect"&gt;Satuan SI&lt;/a&gt; yang digunakan untuk mengukur gaya adalah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Newton" title="Newton"&gt;Newton&lt;/a&gt; (dilambangkan dengan N). Berdasarkan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hukum_kedua_Newton&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Hukum kedua Newton (halaman belum tersedia)"&gt;Hukum kedua Newton&lt;/a&gt;, sebuah benda dengan massa konstan akan dipercepat sebanding dengan gaya netto yang bekerja padanya dan berbanding terbalik dengan massanya.&lt;/p&gt; &lt;dl&gt;&lt;dd&gt;&lt;img class="tex" alt="\vec{a} =\frac{\vec{F}}{m}" src="http://upload.wikimedia.org/math/d/0/0/d0026d650cc57301c9e4004201833667.png" /&gt;&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt; &lt;p&gt;Penjelasan lain yang mirip, gaya netto yang bekerja pada sebuah benda adalah sebanding dengan laju perubahan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Momentum" title="Momentum"&gt;momentum&lt;/a&gt; yang dialaminya.&lt;sup id="cite_ref-1" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gaya_%28fisika%29#cite_note-1"&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt; &lt;dl&gt;&lt;dd&gt;&lt;img class="tex" alt="\vec{F} = \frac{\mathrm{d}\vec{p}}{\mathrm{dt}} = \frac{\mathrm{d}(m \vec{v})}{\mathrm{dt}} = \frac{\mathrm{d}m}{\mathrm{dt}}\vec{v}+m\frac{\mathrm{d}\vec{v}}{\mathrm{dt}}" src="http://upload.wikimedia.org/math/1/b/6/1b6012505f5dd96f791593aaafb69738.png" /&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;&lt;img class="tex" alt="=\frac{\mathrm{d}m}{\mathrm{dt}}\frac{\mathrm{d}\vec{x}}{\mathrm{dt}}+m\frac{\mathrm{d}^2\vec{x}}{\mathrm{dt}^2}" src="http://upload.wikimedia.org/math/5/6/6/566711daeef23e08f3cbc31ee0ba8662.png" /&gt;&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt; &lt;p&gt;Gaya bukanlah sesuatu yang pokok dalam ilmu fisika, meskipun ada kecenderungan untuk memperkenalkan ilmu fisika lewat konsep ini. Yang lebih pokok ialah momentum, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Energi" title="Energi"&gt;energi&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tekanan" title="Tekanan"&gt;tekanan&lt;/a&gt;. Sebenarnya, tak seorang pun dapat mengukur gaya secara langsung. Tetapi, kalau sesuatu mengatakan seseorang mengukur gaya, sedikit berpikir akan membuat seseorang menyadari bahwa apa yang diukur sebenarnya adalah tekanan (atau mungkin kemiringannya). "Gaya" yang Anda rasakan saat meraba kulit anda, misalnya, sebenarnya adalah sel syaraf tekanan Anda yang mendapat perubahan tekanan. Ukuran neraca pegas mengukur ketegangan pegas, yang sebenarnya adalah tekanannya, dll.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam bahasa sehari-hari gaya dikaitkan dengan dorongan atau tarikan, mungkin dikerahkan oleh otot-otot kita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di fisika, kita memerlukan definisi yang lebih presisi. Kita mendefinisikan gaya di sini dalam hubungannya dengan percepatan yang dialami benda standar yang diberikan ketika ditempatkan di lingkungan sesuai.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagai benda standar kita menggunakan (atau agaknya membayangkan bahwa kita menggunakannya!) silinder platinum yang disimpan di International Bureau of Weights and Measures dekat Paris dan disebut kilogram standar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di fisika, gaya adalah aksi atau agen yang menyebabkan benda bermassa bergerak dipercepat. Hal ini mungkin dialami sebagai angkatan, dorongan atau tarikan. Percepatan benda sebanding dengan penjumlahan vektor seluruh gaya yang beraksi padanya (dikenal sebagai gaya netto atau gaya resultan).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam benda yang diperluas, gaya mungkin juga menyebabkan rotasi, deformasi atau kenaikan tekanan terhadap benda. Efek rotasi ditentukan oleh torka, sementara deformasi dan tekanan ditentukan oleh stres yang diciptakan oleh gaya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Gaya netto secara matematis sama dengan laju perubahan momentum benda dimana gaya beraksi. Karena momentum adalah kuantitas vektor (memiliki besar dan arah), gaya adalah juga kuantitas vektor.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Konsep gaya telah membentuk bagian dari statika dan dinamika sejak zaman kuno. Kontribusi kuno terhadap statika berpuncak dalam pekerjaan Archimedes di abad ke tiga sebelum Masehi, yang masih membentuk bagian fisika modern.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebaliknya, dinamika Aristoteles disatukan kesalahpahaman intuisi peranan gaya yang akhirnya dikoreksi dalam abad ke 17, berpuncak dalam pekerjaan Isaac Newton.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut perkembangan mekanika kuantum, sekarang dipahami bahwa partikel saling mempengaruhi satu sama lain melalui interaksi fundamental, menjadikan gaya sebagai konsep yang berguna hanya pada konsep makroskopik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hanya empat interaksi fundamental yang dikenal: kuat, elektromagnetik, lemah (digabung menjadi satu interaksi elektrolemah pada tahun 1970-an), dan gravitasi (dalam urutan penurunan kuat interaksi).&lt;/p&gt; &lt;table id="toc" class="toc" summary="Daftar isi"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt; &lt;div id="toctitle"&gt; &lt;h2&gt;Daftar isi&lt;/h2&gt;  &lt;span class="toctoggle"&gt;[&lt;a href="javascript:toggleToc()" class="internal" id="togglelink"&gt;sembunyikan&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;ul&gt;&lt;li class="toclevel-1"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gaya_%28fisika%29#Sejarah"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;1&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Sejarah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-1"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gaya_%28fisika%29#Jenis-jenis_Gaya"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;2&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Jenis-jenis Gaya&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-1"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gaya_%28fisika%29#Definisi_Kuantitatif"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;3&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Definisi Kuantitatif&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-1"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gaya_%28fisika%29#Gaya_dalam_Relativitas_Khusus"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;4&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Gaya dalam Relativitas Khusus&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-1"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gaya_%28fisika%29#Gaya_dan_Potensial"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;5&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Gaya dan Potensial&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-1"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gaya_%28fisika%29#Gaya_konservatif"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;6&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Gaya konservatif&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-1"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gaya_%28fisika%29#Gaya_non_konservatif"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;7&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Gaya non konservatif&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-1"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gaya_%28fisika%29#Satuan_Ukuran"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;8&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Satuan Ukuran&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-1"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gaya_%28fisika%29#Referensi"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;9&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Referensi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-1"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gaya_%28fisika%29#Lihat_pula"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;10&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Lihat pula&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt; //&lt;![CDATA[  if (window.showTocToggle) { var tocShowText = "tampilkan"; var tocHideText = "sembunyikan"; showTocToggle(); }  //]]&gt; &lt;/script&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Sejarah" id="Sejarah"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gaya_%28fisika%29&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=1" title="Sunting bagian: Sejarah"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Sejarah&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aristoteles" title="Aristoteles"&gt;Aristoteles&lt;/a&gt; dan pengikutnya meyakini bahwa keadaan alami objek di bumi tak bergerak dan bahwasannya objek-objek tersebut cenderung ke arah keadaan tersebut jika dibiarkan begitu saja. Aristoteles membedakan antara kecenderungan bawaan objek-objek untuk menemukan “tempat alami” mereka (misal benda berat jatuh), yang menuju “gerak alami”, dan tak alami atau gerak terpaksa, yang memerlukan penerapan kontinyu gaya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun teori ini meskipun berdasarkan pengalaman sehari-hari bagaimana objek bergerak (misal kuda dan pedati), memiliki kesulitan perhitungan yang menjengkelkan untuk proyektil, semisal penerbangan panah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beberapa teori telah dibahas selama berabad-abad, dan gagasan pertengahan akhir bahwa objek dalam gerak terpaksa membawa gaya dorong bawaan adalah pengaruh pekerjaan Galileo.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Galileo melakukan eksperimen dimana batu dan peluru meriam keduanya digelindingkan pada suatu kecuraman untuk membuktikan kebalikan teori gerak Aristoteles pada awal abad 17.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Galileo menunjukkan bahwa benda dipercepat oleh gravitasi yang mana tak gayut massanya dan berargumentasi bahwa objek mempertahankan kecepatan mereka jika tidak dipengaruhi oleh gaya - biasanya gesekan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Isaac Newton dikenal sebagai pembantah secara tegas untuk pertama kalinya, bahwa secara umum, gaya konstan menyebabkan laju perubahan konstan (turunan waktu) dari momentum. Secara esensi, ia memberi definisi matematika pertama kali dan hanya definisi matematika dari kuantitas gaya itu sendiri - sebagai turunan waktu momentum: F = dp/dt.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada tahun 1784 Charles Coulomb menemukan hukum kuadrat terbalik interaksi antara muatan listrik menggunakan keseimbangan torsional, yang mana adalah gaya fundamental kedua.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Gaya nuklir kuat dan gaya nuklir lemah ditemukan pada abad ke 20. Dengan pengembangan teori medan kuantum dan relativitas umum, disadari bahwa “gaya” adalah konsep berlebihan yang muncul dari kekekalan momentum (momentum 4 dalam relativitas dan momentum partikel virtual dalam elektrodinamika kuantum).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan demikian sekarang ini dikenal gaya fundamental adalah lebih akurat disebut “interaksi fundamental”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Jenis-jenis_Gaya" id="Jenis-jenis_Gaya"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gaya_%28fisika%29&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=2" title="Sunting bagian: Jenis-jenis Gaya"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Jenis-jenis Gaya&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p&gt;Meskipun terdapat dengan jelas banyak tipe gaya di alam semesta, mereka seluruhnya berbasis pada empat gaya fundamental. Gaya nuklir kuat dan gaya nuklir lemah hanya beraksi pada jarak yang sangat pendek dan bertanggung jawab untuk “mengikat” nukleon tertentu dan menyusun nuklir. Gaya elektromagnetik beraksi antara muatan listrik dan gaya gravitasi beraksi antara massa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Prinsip perkecualian Pauli bertanggung jawab untuk kecenderungan atom untuk tak “bertumpang tindih” satu sama lain, dan adalah jadinya bertanggung jawab untuk “kekakuan” materi, namun hal ini juga bergantung pada gaya elektromagnetik yang mengikat isi-isi setiap atom.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seluruh gaya yang lain berbasiskan pada keempat gaya ini. Sebagai contoh, gesekan adalah perwujudan gaya elektromagnetik yang beraksi antara atom-atom dua permukaan, dan prinsip perkecualian Pauli, yang tidak memperkenankan atom-atom untuk menerobos satu sama lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Gaya-gaya dalam pegas dimodelkan oleh hukum Hooke adalah juga hasil gaya elektromagnetik dan prinsip perkecualian Pauli yang beraksi bersama-sama untuk mengembalikan objek ke posisi keseimbangan. Gaya sentrifugal adalah gaya percepatan yang muncul secara sederhana dari percepatan rotasi kerangka acuan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pandangan mekanika kuantum modern dari tiga gaya fundamental pertama (seluruhnya kecuali gravitasi) adalah bahwa partikel materi (fermion) tidak secara langsung berinteraksi dengan satu sama lain namun agaknya dengan mempertukarkan partikel virtual (boson). Hasil pertukaran ini adalah apa yang kita sebut interaksi elektromagnetik (gaya Coulomb adalah satu contoh interaksi elektromagnetik).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam relativitas umum, gravitasi tidaklah dipandang sebagai gaya. Melainkan, objek yang bergerak secara bebas dalam medan gravitasi secara sederhana mengalami gerak inersia sepanjang garis lurus dalam ruang-waktu melengkung - didefinisikan sebagai lintasan ruang-waktu terpendek antara dua titik ruang-waktu. Garis lurus ini dalam ruang-waktu dipandang sebagai garis lengkung dalam ruang, dan disebut lintasan balistik objek. Sebagai contoh, bola basket yang dilempar dari landasan bergerak dalam bentuk parabola sebagaimana ia dalam medan gravitasi serba sama.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lintasan ruang-waktunya (ketika dimensi ekstra ct ditambahkan) adalah hampir garis lurus, sedikit melengkung (dengan jari-jari kelengkungan berorde sedikit tahun cahaya). Turunan waktu perubahan momentum dari benda adalah apa yang kita labeli sebagai “gaya gravitasi”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Contoh:&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Objek berat dalam keadaan jatuh bebas. Perubahan momentumnya sebagaimana&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;dp/dt = mdv/dt = ma =mg (jika massa m konstan), jadi kita sebut kuantitas mg “gaya gravitasi” yang beraksi pada objek. Hal ini adalah definisi berat (W = mg) objek.&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Objek berat di atas meja ditarik ke bawah menuju lantai oleh gaya gravitasi (yakni beratnya). Pada waktu yang sama, meja menahan gaya ke bawah dengan gaya ke atas yang sama (disebut gaya normal), menghasilkan gaya netto nol, dan tak ada percepatan. (Jika objek adalah orang, ia sesungguhnya merasa aksi gaya normal terhadapnya dari bawah.)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Objek berat di atas meja dengan lembut didorong dalam arah menyamping oleh jari-jari.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Akan tetapi, ia tidak pindah karena gaya dari jari-jari tangan pada objek sekarang dilawan oleh gaya baru gesekan statis, dibangkitkan antara objek dan permukaan meja.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gaya baru terbangkitkan ini secara pasti menyeimbangkan gaya yang dikerahkan pada objek oleh jari, dan lagi tak ada percepatan yang terjadi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gesekan statis meningkat atau menurun secara otomatis. Jika gaya dari jari-jari dinaikkan (hingga suatu titik), gaya samping yang berlawanan dari gesekan statis meningkat secara pasti menuju titik dari posisi sempurna.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Objek berat di atas meja didorong dengan jari cukup keras sehingga gesekan statis tak dapat membangkitkan gaya yang cukup untuk menandingi gaya yang dikerahkan oleh jari, dan objek mulai terdorong melintasi permukaan meja. Jika jari dipindah dengan kecepatan konstan, ini perlu untuk menerapkan gaya yang secara pasti membatalkan gaya gesek kinetik dari permukaan meja dan kemudian objek berpindah dengan kecepatan konstan yang sama. Kecepatan adalah konstan hanya karena gaya dari jari dan gesekan kinetik saling menghilangkan satu sama lain. Tanpa gesekan, objek terus-menerus bergerak dipercepat sebagai respon terhadap gaya konstan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Objek berat mencapai tepi meja dan jatuh. Sekarang objek, yang dikenai gaya konstan dari beratnya, namun dibebaskan dari gaya normal dan gaya gesek dari meja, memperoleh dalam kecepatannya dalam arah sebanding dengan waktu jatuh, dan jadinya (sebelum ia mencapai kecepatan dimana gaya tahanan udara menjadi signifikan dibandingkan dengan gaya gravitasi) laju perolehan momentum dan kecepatannya adalah konstan. Fakta ini pertama kali ditemukan oleh Galileo.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Objek berat suspended pada timbangan. Karena objek tidak bergerak (sehingga turunan waktu dari momentumnya adalah nol) maka selama percepatan jatuh bebas g ia harus mengalami percepatan yang diarahkan sama dan berlawanan a = -g dikarenakan aksi pegas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Percepatan ini dikalikan dengan massa objek adalah apa yang kita labeli sebagai “gaya reaksi pegas” yang mana secara nyata sama dan berlawanan dengan berat objek mg.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengetahui massa (katakanlah, 1 kg) dan percepatan jatuh bebas (katakanlah, 9,8 meter/detik2) kita dapat menentukan timbangan dengan tanda “9,8 N”. Pasang beragam massa (2 kg, 3 kg, …) kita dapat mengkalibrasi timbangan dan kemudian menggunakan skala tertentu ini untuk mengukur banyak gaya yang lain (gesek, gaya reaksi, gaya listrik, gaya magnetik, dst).&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Definisi_Kuantitatif" id="Definisi_Kuantitatif"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gaya_%28fisika%29&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=3" title="Sunting bagian: Definisi Kuantitatif"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Definisi Kuantitatif&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p&gt;Kita memiliki pemahaman intuitif ide gaya, karena gaya dapat secara langsung dirasakan sebagai dorongan atau tarikan. Sebagaimana dengan konsep fisika yang lain (misal temperatur), ide intuitif dikuantifikasi menggunakan definisi operasional yang konsisten dengan persepsi langsung, namun lebih presisi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Secara historis, gaya pertama kali secara kuantitatif diselidiki dalam keadaan keseimbangan statis dimana beberapa gaya membatalkan satu sama lain. Eksperimen demikian membuktikan sifat-sifat yang rumit bahwa gaya adalah kuantitas vektor aditif: mereka memiliki besar dan arah. Sehingga, ketika dua gaya berkasi pada suatu objek, gaya hasil, resultan, adalah penjumlahan vektor gaya asal. Hal ini disebut prinsip superposisi. Besar resultante bervariasi dari perbedaan besar dua gaya terhadap penjumlahan mereka, gayut sudut antara garis-garis aksi mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagaimana dengan seluruh penambahan vektor hasil-hasil ini dalam aturan jajaran genjang: penambahan dua vektor yang diwakili oleh sisi-sisi jajaran genjang, memberi vektor resultan ekivalen yang sama dalam besar dan arah terhadap transversal jajaran genjang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagaimana dapat ditambahkan, gaya juga dapat diuraikan (atau dipecah). Sebagai contoh, gaya horisontal menunjuk timur laut dapat dipecah menjadi dua gaya, satu menunjuk ke utara dan satu menunjuk timur. Jumlahkan komponen-komponen gaya ini menggunakan penambahan vektor menghasilkan gaya asal. Vektor-vektor gaya dapat juga menjadi tiga dimensi, dengan komponen ketiga (vertikal) pada penjuru sudut terhadap dua komponen horisontal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kasus paling sederhana dari keseimbangan statis adalah ketika dua gaya adalah sama dalam besar namun berlawanan arah. Ini menyisakan cara yang paling biasa dari pengukuran gaya, menggunakan peralatan sederhana semisal timbangan berat dan neraca pegas. Menggunakan peralatan demikian, beberapa hukum gaya kuantitatif ditemukan: gaya gravitasi sebanding dengan volume objek yang terdiri dari material (secara luas dimanfaatkan saat ini untuk mendefinisikan standar berat); prinsip Archimedes untuk gaya apung; analisis Archimedes dari pengungkit; hukum Boyle untuk tekanan gas; dan hukum Hooke untuk pegas: seluruhnya diformulasikan dan secara eksperimental dibuktikan sebelum Isaac Newton menguraikan secara rinci tiga hukum geraknya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Gaya terkadang didefinisikan menggunakan hukum kedua Newton, sebagai perkalian massa m kali percepatan atau lebih umum, sebagai laju perubahan momentum. Pendekatan ini diabaikan oleh sejumlah besar buku teks.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan pertimbangan yang lebih, hukum kedua Newton dapat diambil sebagai definisi kuantitatif massa; secara pasti dengan menuliskan hukum sebagai persamaan, satuan relatif gaya dan massa ditetapkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sukses empirik yang diberikan hukum Newton, hal itu terkadang digunakan untuk mengukur kuat gaya (sebagai contoh, menggunakan orbit astronomi untuk menentukan gaya gravitasi).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Gaya_dalam_Relativitas_Khusus" id="Gaya_dalam_Relativitas_Khusus"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gaya_%28fisika%29&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=4" title="Sunting bagian: Gaya dalam Relativitas Khusus"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Gaya dalam Relativitas Khusus&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p&gt;Dalam teori relativitas khusus, massa dan energi adalah sama (sebagaimana dapat dilihat dengan menghitung kerja yang diperlukan untuk mempercepat benda). Ketika kecepatan suatu objek meningkat demikian juga energinya dan oleh karenanya ekivalensi massanya (inersia). Hal ini memerlukan gaya yang lebih besar untuk mempercepat benda sejumlah yang sama daripada itu lakukan pada kecepatan yang lebih rendah. Definisi masih valid.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Gaya_dan_Potensial" id="Gaya_dan_Potensial"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gaya_%28fisika%29&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=5" title="Sunting bagian: Gaya dan Potensial"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Gaya dan Potensial&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p&gt;Disamping gaya, konsep yang sama secara matematis dari medan energi potensial dapat digunakan untuk kesesuaian. Sebagai contoh, gaya gravitasi yang beraksi pada suatu benda dapat dipandang sebagai aksi medan gravitasi yang hadir pada lokasi benda. Pernyataan ulang secara matematis definisi energi (melalui definisi kerja), medan skalar potensial didefinisikan sebagai medan yang mana gradien adalah sama dan berlawanan dengan gaya yang dihasilkan pada setiap setiap titik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Gaya dapat diklasifikasi sebagai konservatif atau non konservatif. Gaya konservatif sama dengan gradien potensial.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Gaya_konservatif" id="Gaya_konservatif"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gaya_%28fisika%29&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=6" title="Sunting bagian: Gaya konservatif"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Gaya konservatif&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p&gt;Gaya konservatif yang beraksi pada sistem tertutup memiliki sebuah kerja mekanis terkait yang memperkenankan energi untuk mengubah hanya antara bentuk kinetik atau potensial.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal ini berarti bahwa untuk sistem tertutup, energi mekanis netto adalah kekal kapan pun gaya konservatif beraksi pada sistem.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Gaya, oleh karena itu, terkait secara langsung dengan perbedaan energi potensial antara dua lokasi berbeda dalam ruang dan dapat ditinjau sebagai artifak, benda (artifact) medan potensial dalam cara yang sama bahwa arah dan jumlah aliran air dapat ditinjau sebagai artifak pemetaan kontur (contour map) dari ketinggian area.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Gaya konservatif meliputi gravitasi, gaya elektromagnetik, dan gaya pegas. Tiap-tiap gaya ini, oleh karena itu, memiliki model yang gayut pada posisi seringkali diberikan sebagai vektor radial eminating dari potensial simetri bola.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Gaya_non_konservatif" id="Gaya_non_konservatif"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gaya_%28fisika%29&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=7" title="Sunting bagian: Gaya non konservatif"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Gaya non konservatif&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p&gt;Untuk skenario fisis tertentu, adalah tak mungkin untuk memodelkan gaya sebagaimana dikarenakan gradien potensial.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal ini seringkali dikarenakan tinjauan makrofisis yang mana menghasilkan gaya sebagai kemunculan dari rata-rata statistik makroskopik dari keadaan mikro. Sebagai contoh, friksi disebabkan oleh gradien banyak potensial elektrostatik antara atom-atom, namun mewujud sebagai model gaya yang tak gayut sembarang vektor posisi skala makro.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Gaya non konservatif selain friksi meliputi gaya kontak yang lain, tegangan, tekanan, dan seretan (drag). Akan tetapi, untuk sembarang deskripsi detil yang cukup, seluruh gaya ini adalah hasil gaya konservatif karena tiap-tiap gaya makroskopis ini adalah hasil netto gradien potensial mikroskopis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hubungan antara gaya non konservatif makroskopis dan gaya konservatif mikroskopis dideskripsikan oleh perlakuan detil dengan mekanika statistik. Dalam sistem tertutup makroskopis, gaya non konservatif beraksi untuk mengubah energi internal sistem dan seringkali dikaitkan dengan transfer panas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Hukum Kedua Termodinamika, gaya non konservatif hasil yang diperlukan dalam transformasi energi dalam sistem tertutup dari kondisi terurut menuju kondisi lebih acak sebagaimana entropi meningkat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Satuan_Ukuran" id="Satuan_Ukuran"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gaya_%28fisika%29&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=8" title="Sunting bagian: Satuan Ukuran"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Satuan Ukuran&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p&gt;Satuan SI yang digunakan untuk mengukur gaya adalah newton (simbol N), yang mana adalah ekivalen dengan kg.m.s-2. Satuan CGS lebih awal adalah dyne. Hubungan F = m.a dapat digunakan dengan yang mana pun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Referensi" id="Referensi"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gaya_%28fisika%29&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=9" title="Sunting bagian: Referensi"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Referensi&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;div class="references-small" style="-moz-column-count: 2;"&gt; &lt;ol class="references"&gt;&lt;li id="cite_note-0"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gaya_%28fisika%29#cite_ref-0"&gt;^&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; &lt;cite style="font-style: normal;"&gt;&lt;a href="http://eobglossary.gsfc.nasa.gov/Library/glossary.php3?mode=alpha&amp;amp;seg=f&amp;amp;segend=h" class="external text" title="http://eobglossary.gsfc.nasa.gov/Library/glossary.php3?mode=alpha&amp;amp;seg=f&amp;amp;segend=h" rel="nofollow"&gt;glossary&lt;/a&gt;. &lt;i&gt;Earth Observatory&lt;/i&gt;. &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/NASA" title="NASA"&gt;NASA&lt;/a&gt;. Diakses pada 2008-04-09 Kutipan: Force: Any external agent that causes a change in the motion of a free body, or that causes stress in a fixed body.&lt;/cite&gt;&lt;/li&gt;&lt;li id="cite_note-1"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gaya_%28fisika%29#cite_ref-1"&gt;^&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; See for example pages 9-1 and 9-2 of Feynman, Leighton and Sands (1963).&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6373947466133655534-52870943999200402?l=nurfahmisigli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nurfahmisigli.blogspot.com/feeds/52870943999200402/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nurfahmisigli.blogspot.com/2009/06/gaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6373947466133655534/posts/default/52870943999200402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6373947466133655534/posts/default/52870943999200402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nurfahmisigli.blogspot.com/2009/06/gaya.html' title='GAYA'/><author><name>nurfahmi sigli</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17224812734733356205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6373947466133655534.post-8504016448281303827</id><published>2009-06-27T02:51:00.000-07:00</published><updated>2009-06-27T03:06:20.842-07:00</updated><title type='text'>gelombang elektromagnetik</title><content type='html'>&lt;a href="http://sidikpurnomo.net/sejarah-gelombang-elektromagnetik.html" rel="bookmark"&gt;SEJARAH GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK&lt;/a&gt;    &lt;p class="details"&gt;Posted on June 5, 2009 - Filed Under &lt;a href="http://sidikpurnomo.net/category/pembelajaran-fisika/gelombang-elektromagnetik" title="View all posts in G E M" rel="category tag"&gt;G E M&lt;/a&gt; | &lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;a href="http://sidikpurnomo.net/wp-content/uploads/2009/06/penemuan-gem.jpeg"&gt;&lt;img class="alignnone size-medium wp-image-450" title="penemuan-gem" src="http://sidikpurnomo.net/wp-content/uploads/2009/06/penemuan-gem.jpeg" alt="" width="108" height="135" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;A. Spektrum Gelombang Elektromagnetik&lt;br /&gt;1. Hakikat Gelombang Elektromagnetik&lt;br /&gt;Pada pertengahan abad ke sepuluh seorang ilmuwan Mesir di Iskandaria yang bernama Al Hasan (965-1038) mengemukakan pendapat bahwa mata dapat melihat benda-benda di sekeliling karena adanya cahaya yang dipancarkan atau dipantulkan oleh benda-benda yang bersangkutan masuk ke dalam mata. Teori ini akhirnya dapat diterima oleh orang banyak sampai sekarang ini.&lt;br /&gt;Beberapa teori-teori yang mendukung pendapat Al Hasan diantaranya adalah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;a. Teori Emisi atau Teori Partikel&lt;br /&gt;Sir Isaac Newton (1642-1727) merupakan ilmuwan berkebangsaan Inggris yang mengemukakan pendapat bahwa dari sumber cahaya dipancarkan partikel-partikel yang sangat kecil dan ringan ke segala arah dengan kecepatan yang sangat besar. Bila partikel-partikel ini mengenai mata, maka manusia akan mendapat kesan melihat benda tersebut.&lt;span id="more-449"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Alasan dikemukakanya teori ini adalah sebagai berikut:&lt;/p&gt; &lt;ul class="unIndentedList"&gt;&lt;li&gt; Karena partikel cahaya sangat ringan dan berkecepatan tinggi maka cahaya dapat merambat lurus tanpa terpengaruh gaya gravitasi bumi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Ketika cahaya mengenai permukaan yang halus maka cahaya akan akan dipantulkan dengan sudut sinar datang sama dengan sudut sinar pantul sehingga sesuai dengan hukum pemantulan Snellius. Peristiwa pemantulan ini dijelaskan oleh Newton dengan menggunakan bantuan sebuah bola yang dipantulkan di atas bidang pantul.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Alasan berikutnya adalah pada peristiwa pembiasan cahaya yang disamakan dengan peristiwa menggelindingnya sebuah bola pada papan yang berbeda ketinggian yang dihubungkan dengan sebuah bidang miring. Dari permukaan yang lebih tinggi bola digelindingkan dan akan terus menggelinding melalui bidang miring sampai akhirnya bola akan menggelinding di permukaan yang lebih rendah. Jika diamati perjalanan bola, maka sebelum melewati bidang miring lintasan bola akan membentuk sudut α terhadap garis tegak lurus pada bidang miring. Setelah melewati bidang miring lintasan bola akan membentuk sudut β terhadap garis tegak lurus pada bidang miring. Jika permukaan atas dianggap sebagai udara dan permukaan bawah dianggap sebagai air serta bidang miring merupakan batas antara udara dan air, gerak bola dianggap sebagai jalannya pembiasan cahaya dari udara ke air, maka Newton menganggap bahwa kecepatan cahaya dalam air lebih besar dari pada kecepatan cahaya dalam udara.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Pendapat ini masih bertahan hingga akhirnya seorang ahli fisika Prancis, Jean Focault (1819 - 1868) melakukan percobaan tentang pengukuran kecepatan cahaya dalam berbagai medium. Dalam percobaannya Jeans Focault mendapatkan kesimpulan bahwa kecepatan cahaya dalam air lebih kecil dari pada kecepatan cahaya dalam udara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;b. Teori Gelombang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://sidikpurnomo.net/wp-content/uploads/2009/06/huygens.jpeg"&gt;&lt;img class="alignnone size-medium wp-image-460" title="huygens" src="http://sidikpurnomo.net/wp-content/uploads/2009/06/huygens.jpeg" alt="" width="107" height="145" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menurut Christian Huygens (1629-1695) seorang ilmuwan berkebangsaan Belanda, bahwa cahaya pada dasarnya sama dengan bunyi dan berupa gelombang. Perbedaan cahaya dan bunyi hanya terletak pada panjang gelombang dan frekuensinya.&lt;br /&gt;Pada teori ini Huygens menganggap bahwa setiap titik pada sebuah muka gelombang dapat dianggap sebagai sebuah sumber gelombang yang baru dan arah muka gelombang ini selalu tegak lurus tehadap muka gelombang yang bersangkutan.&lt;br /&gt;Pada teori Huygens ini peristiwa pemantulan, pembiasan, interferensi, ataupun difraksi cahaya dapat dijelaskan secara tepat, namun dalam teori Huygens ada kesulitan dalam penjelasan tentang sifat cahaya yang merambat lurus.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;c. Teori Elektromagnetik&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://sidikpurnomo.net/wp-content/uploads/2009/06/maxwell.jpeg"&gt;&lt;img class="alignnone size-medium wp-image-461" title="maxwell" src="http://sidikpurnomo.net/wp-content/uploads/2009/06/maxwell.jpeg" alt="" width="106" height="143" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Percobaan James Clerk Maxwell (1831 - 1879) seorang ilmuwan berkebangsaan Inggris (Scotlandia) menyatakan bahwa cepat rambat gelombang elektromagnetik sama dengan cepat rambat cahaya yaitu 3×108 m/s, oleh karena itu Maxwell berkesimpulan bahwa cahaya merupakan gelombang elektromagnetik. Kesimpulan Maxwell ini di dukung oleh :&lt;/p&gt; &lt;ul class="unIndentedList"&gt;&lt;li&gt; Seorang ilmuwan berkebangsaan Jerman, Heinrich Rudolph Hertz (1857 - 1894) yang membuktikan bahwa gelombang elektromagnetik merupakan gelombang tranversal. Hal ini sesuai dengan kenyataan bahwa cahaya dapat menunjukkan gejala polarisasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Percobaan seorang ilmuwan berkebangsaan Belanda, Peter Zeeman (1852 - 1943) yang menyatakan bahwa medan magnet yang sangat kuat dapat berpengaruh terhadap berkas cahaya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Percobaan Stark (1874 - 1957), seorang ilmuwan berkebangsaan Jerman yang mengungkapkan bahwa medan listrik yang sangat kuat dapat mempengaruhi berkas cahaya.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;d. Teori Kuantum&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://sidikpurnomo.net/wp-content/uploads/2009/06/ludwig-planck.jpeg"&gt;&lt;img class="alignnone size-medium wp-image-462" title="ludwig-planck" src="http://sidikpurnomo.net/wp-content/uploads/2009/06/ludwig-planck.jpeg" alt="" width="92" height="133" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Teori kuantum pertama kali dicetuskan pada tahun 1900 oleh seorang ilmuwan berkebangsaan Jerman yang bernama Max Karl Ernst Ludwig Planck (1858 - 1947). Dalam percobaannya Planck mengamati sifat-sifat termodinamika radiasi benda-benda hitam hingga ia berkesimpulan bahwa energi cahaya terkumpul dalam paket-paket energi yang disebut kuanta atau foton. Dan pada tahun 1901 Planck mempublikasikan teori kuantum cahaya yang menyatakan bahwa cahaya terdiri dari peket-paket energi yang disebut kuanta atau foton. Akan tetapi dalam teori ini paket-paket energi atau partikel penyusun cahaya yang dimaksud berbeda dengan partikel yang dikemukakan oleh Newton . Karena foton tidak bermassa sedangkan partikel pada teori Newton memiliki massa&lt;br /&gt;Pernyataan Planck ternyata mendapat dukungan dengan adanya percobaan Albert Einstein pada tahun 1905 yang berhasil menerangkan gejala fotolistrik dengan menggunakan teori Planck. Fotolistrik adalah peristiwa terlepasnya elektron dari suatu logam yang disinari dengan panjang gelombang tertentu. Akibatnya percobaan Einstein justru bertentangan dengan pernyataan Huygens dengan teori gelombangnya.Pada efek fotolistrik, besarnya kecepatan elektron yang terlepas dari logam ternyata tidak bergantung pada besarnya intensitas cahaya yang digunakan untuk menyinari logam tersebut. Sedangkan menurut teori gelombang seharusnya energi kinetik elektron bergantung pada intensitas cahaya.&lt;br /&gt;Kemudian dari seluruh teori-teori cahaya yang muncul dapat disimpulkan bahwa cahaya mempunyai sifat dual (dualisme cahaya) yaitu cahaya dapat bersifat sebagai gelombang untuk menjelaskan peristiwa interferensi dan difraksi tetapi di lain pihak cahaya dapat berupa materi tak bermassa yang berisikan paket-paket energi yang disebut kuanta atau foton sehingga dapat menjelaskan peristiwa efek fotolistrik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Gelombang Elektromagnetik&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://sidikpurnomo.net/wp-content/uploads/2009/06/gem.jpeg"&gt;&lt;img class="alignnone size-medium wp-image-463" title="gem" src="http://sidikpurnomo.net/wp-content/uploads/2009/06/gem.jpeg" alt="" width="262" height="158" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beberapa kaidah tentang kemagnetan dan kelistrikan yang mendukung perkembangan konsep gelombang elektromagnetik antara lain:&lt;br /&gt;1. Hukum Coulomb     mengemukakan :    “Muatan listrik statik dapat menghasilkan medan listrik.”.&lt;br /&gt;2. Hukum Biot &amp;amp; Savart mengemukakan : “Aliran muatan listrik (arus listrik) dapat menghasilkan  medan magnet”.&lt;br /&gt;3. Hukum Faraday mengemukakan :   “Perubahan medan magnet dapat menghasilkan medan listrik”.&lt;br /&gt;Berdasarkan Hukum Faraday, Maxwell mengemukakan hipotesa sebagai berikut: “Perubahan medan listrik dapat menimbulkan medan magnet”. Hipotesa ini sudah teruji dan disebut dengan Teori Maxwell. Inti teori Maxwell mengenai gelombang elektromagnetik adalah:&lt;br /&gt;a. Perubahan medan listrik dapat menghasilkan medan magnet.&lt;br /&gt;b. Cahaya termasuk gelombang elektromagnetik. Cepat rambat gelombang elektromagnetik (c) tergantung dari permitivitas () dan permeabilitas (μ) zat.&lt;br /&gt;Menurut Maxwell, kecepatan rambat gelombang elektromagnetik dirumuskan sebagai berikut  c =&lt;br /&gt;Ternyata perubahan medan listrik menimbulkan medan magnet yang tidak tetap besarannya atau berubah-ubah. Sehingga perubahan medan magnet tersebut akan menghasilkan lagi medan listrik yang berubah-ubah.&lt;br /&gt;Proses terjadinya medan listrik dan medan magnet berlangsung secara bersamasama dan menjalar kesegala arah. Arah getar vektor medan listrik dan medan magnet saling tegak lurus. Jadi gelombang elektromagnetik adalah gelombang yang dihasilkan dari perubahan medan magnet dan medan listrik secara berurutan, dimana arah getar vektor medan listrik dan medan magnet saling tegak lurus.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;E = medan listrik (menjalar vertikal)&lt;br /&gt;B = medan magnet (menjalar horizontal.)&lt;br /&gt;Gejala seperti ini disebut terjadinya gelombang elektromagnetik (= gelombang yang mempunyai medan magnet dan medan listrik).&lt;br /&gt;Bila dalam kawat PQ terjadi perubahan-perubahan tegangan baik besar maupun arahnya, maka dalam kawat PQ elektron bergerak bolak-balik, dengan kata lain dalam kawat PQ terjadi getaran listrik. Perubahan tegangan menimbulkan perubahan medan listrik dalam ruangan disekitar kawat, sedangkan perubahan arus listrik menimbulkan perubahan medan magnet. Perubahan medan listrik dan medan magnet itu merambat ke segala jurusan. Karena rambatan perubahan medan magnet dan medan listrik secara periodik maka rambatan perubahan medan listrik dan medan magnet lazim disebut gelombang elektromagnetik. (GEM)&lt;br /&gt;Percobaan-percobaan yang teliti membawa kesimpulan :&lt;br /&gt;1. Pola gelombang elektromagnetik sama dengan pola gelombang transversal dengan vektor perubahan medan listrik tegak lurus pada vektor perubahan medan magnet.&lt;br /&gt;2. Gelombang elektromagnetik menunjukkan gejala-gejala  pemantulan, pembiasan, difraksi, polarisasi seperti halnya pada cahaya.&lt;br /&gt;3. Diserap oleh konduktor dan diteruskan oleh isolator.&lt;br /&gt;Gelombang elektromagnetik lahir sebagai paduan daya imajinasi dan ketajaman akal pikiran berlandaskan keyakinan akan keteraturan dan kerapian aturan-aturan alam.&lt;br /&gt;Hasil-hasil percobaan yang mendahuluinya telah mengungkapkan tiga aturan gejala kelistrikan , antara lain sebagai berikut.&lt;br /&gt;Hukum Coulomb : Muatan listrik menghasilkan medan listrik yang kuat.&lt;br /&gt;Hukum Biot-Savart : Aliran muatan (arus) listrik menghasilkan medan magnet disekitarnya.&lt;br /&gt;Hukum Faraday : Perubahan medan magnet (B) dapat menimbulkan medan listrik (E).&lt;br /&gt;Didorong oleh keyakinan atas keteraturan dan kerapian hukum-hukum alam, Maxwell berpendapat bahwa masih ada kekurangan satu aturan kelistrikan yang masih belum terungkap secara empirik. Jika perubahan medan magnet dapat menimbulkan perubahan medan listrik maka perubahan medan listrik pasti dapat menimbulkan perubahan medan magnet, demikianlah keyakinan Maxwell.&lt;br /&gt;Dengan pengetahuan matematika yang dimilikinya, secara cermat Maxwell membangun teori yang dikenal sebagai teori gelombang elektromagnetik. Baru setelah bertahun-tahun Maxwell tiada, teorinya dapat diuji kebenarannya melalui percobaan-percobaan. Menurut perhitungan secara teoritik, kecepatan gelombang elektromagnetik hanya bergantung pada permitivitas ruang hampa ( εo) dan permeabilitas ruang hampa (µo ).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://sidikpurnomo.net/wp-content/uploads/2009/06/new-picture.png"&gt;&lt;img class="alignnone size-medium wp-image-451" title="new-picture" src="http://sidikpurnomo.net/wp-content/uploads/2009/06/new-picture.png" alt="" width="186" height="118" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan memasukkan   εo= 8,85 . 1012 C2/N.m2 dan  μo = 4π.107 Wb/A.m&lt;br /&gt;diperoleh nilai c = 3.108 m/s, nilai yang sama dengan kecepatan cahaya.&lt;br /&gt;Oleh sebab itu Maxwell mempunyai cukup alasan untuk menganggap cahaya adalah gelombang elektromagnetik. Oleh karena itu konsep gelombang elektromagnetik ini merupakan penyokong teori Huygens tentang cahaya sebagai gerak gelombang.&lt;/p&gt;    &lt;h3&gt;Comments&lt;/h3&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6373947466133655534-8504016448281303827?l=nurfahmisigli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nurfahmisigli.blogspot.com/feeds/8504016448281303827/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nurfahmisigli.blogspot.com/2009/06/gelombang-elektromagnetik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6373947466133655534/posts/default/8504016448281303827'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6373947466133655534/posts/default/8504016448281303827'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nurfahmisigli.blogspot.com/2009/06/gelombang-elektromagnetik.html' title='gelombang elektromagnetik'/><author><name>nurfahmi sigli</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17224812734733356205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6373947466133655534.post-8594556587900660143</id><published>2009-06-27T02:46:00.000-07:00</published><updated>2009-06-27T03:09:10.913-07:00</updated><title type='text'>gerak</title><content type='html'>&lt;!-- END HEADER.PHP --&gt;  &lt;a href="http://netsains.com/" title="Kembali ke Beranda"&gt;Beranda&lt;/a&gt; &gt; &lt;a href="http://netsains.com/category/artikel/" title="Lihat seluruh tulisan dalam Artikel" rel="category tag"&gt;Artikel&lt;/a&gt; &gt; Gerak Waktu dalam Peristiwa &lt;h2 class="post-title"&gt;Gerak Waktu dalam Peristiwa&lt;/h2&gt;&lt;br /&gt;&lt;noscript&gt;&lt;/noscript&gt;&lt;p&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-3507" title="time-warps600x600" src="http://netsains.com/wp-content/uploads/2009/06/time-warps600x600.jpg" alt="time-warps600x600" width="235" height="194" /&gt;Dalam sebuah novel fisika  Alan Lightman yang berjudul “Einstein’s Dreams”, ada sebuah paragraf yang sangat menarik :&lt;br /&gt;“Andaikan waktu adalah suatu lingkaran, yang mengitari dirinya sendiri. Demikian juga dunia, akan selalu mengitari dirinya sendiri, orang tidah tahu, bahwa setiap saat dia menjalani kehidupan mereka kembali.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pedagang tidak merasa bahwa mereka akan saling menawar lagi dan lagi. Politikus tidak tahu bahwa mereka akan berseru dari mimbar berulang-ulang dalam putaran waktu. Orang tua menikmati sepuas-puasnya tawa pertama anak-anak mereka seolah-olah tak akan mendengar lagi. Sepasang suami istri yang pertama kali bermain cinta malu-malu melepas busana, mereka semua tidak tahu bahwa akan terulang lagi tanpa henti, persis sebelumnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kemana?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lalu kemana sebenarnya perginya waktu? Kenapa yang tersisa hanya kenangan-kenangan yang bagai kerak di dasar sungai, yang mengendap dalam pikiran kita, menunggu hujan yang akan melarutkannya. Kapan saat ini menjadi masa lalu, dan kemana perginya masa lalu. Kalau Al-Ghozaly menyatakan bahwa hal yang paling jauh dari kita adalah masa lalu, tetapi ada juga pepatah yang menyatakan bahwa seseorang yang lupa akan masa lalunya akan ditakdirkan untuk mengulanginya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam Teks Ayat suci disebutkan bahwa malaikat jibril menuju Dimensi langit hanya sekelebat yang takarannya adalan 50 tahun waktu bumi, dengan demikian sangatlah benar bahwa waktu adalah relative, tergantung kecepatan kita mengarunginya. Dan waktu adalah penanda sebuah peristiwa, dimana kadang terjadi secara berulang-ulang. Peristiwa yang sedetik telah lewat akan menjadi sebuah kenangan. Peristiwa , sekali terjadi akan kehilangan sebuah realitas. Yang tertinggal adalah bagaimana kita memberi makna dan mengambil hikmah dari sebuah peristiwa yang kita lalui.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut penulis setiap kali kita mengalami sebuah peristiwa apapun pada diri kita, kegembiraan, kesedihan, duka, cinta, bahagia, tangis, tawa, semua fenomena yang ada, paling tidak kita harus bisa mengambil hikmah atau mendapatkan suatu hal-hal yang baru sebagai bekal kehidupan kita selanjutnya dalam mengarungi samudra waktu. Sebuah peristiwa bisa kita jadikan sebagai sebuah jawaban dari rasa penasaran dan kebelumtahu-an kita. Sebagai suatu misal kenapa kita harus merasakan Jatuh cinta, karena sebagai jawaban dari rasa penasaran keingintahuan kita tentang jatuh cinta. Kenapa harus ada air mata yang jatuh saat kesedihan, biar kita bisa berempati atau bahasa jawa-nya tepo sliro (merasakan penderitaan orang lain), dan peristiwa-peristiwa lainnya yang bisa menjawab kebelumtahuan kita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pencerahan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebuah peristiwa bisa dijadikan sebagai pencerahan bagi kita, bisa menimbulkan sebuah inspirasi baru untuk mencipta sesuatu. Peristiwa jatuhnya sebuah apel dari pohon, menjadikan seorang Newton, cukup untuk menemukan sebuah teori gravitasi. Sebuah bencana akan memberikan pencerahan bagi kita untuk kembali menyerahkan semuanya pada Tuhan setelah berbagai macam ikhtiar yang kita lakukan. Semua berpulang pada kita untuk memaknai sebuah peristiwa yang terjadi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebuah peristiwa bisa juga digunakan sebagai pembuktian atau penguatan Pendapat yang telah kita miliki dan kita yakini. Kejadian-kejadian yang bermakna spiritual biasanya sudah kita yakini sebelumnya apapun agama dan keyakinan kita. Suatu misal peristiwa Isra’ dan Mi’raj Rasulullah SAW yang kalo dilihat hanya dengan “Ilmiah semata” akan terasa controversial. Tetapi kalo sudah ada keyakinan sebelumnya, peristiwa tersebut akan menguatkan pendapat yang telah kita yakini tentang keAgungan Tuhan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Memang ada kalanya, suatu peristiwa dengan mudah dapat dijelaskan melalui ilmu pengetahuan dan tekhnologi, tetapi masih banyak juga ilmu pengetahuan dan tekhnologi belum mampu menguak hakikat dari suatu peristiwa. Bidang inilah sebenarnya yang harus menjadi tantangan bagi kita semua untuk selalu iqro’ (membaca), berpikir, dan bekerja keras dalam rangka ikhtiar untuk memahami peristiwa-peristiwa yang oleh Tuhan sengaja diciptakan untuk meningkatkan derajat keilmuan kita. Pada akhirnya hasil dari Ikhtiar kita harus bermuara pada semakin kuatnya keyakinan kita akan Keagungan Tuhan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Waktu dan peristiwa tergantung bagaimana kita memaknainya, bisa berjalan terasa lambat atau cepat yang semuanya akan melahirkan kenangan. Saat kita menantikan sesuatu yang kita harapkan, waktu bisa sedemikian lambat-nya, ada kalanya waktu seakan bergerak sangat cepat yang kita serasa ingin menahannya sedetik saja, saat-saat terindah yang kita miliki.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demikianlah waktu, maka menurut penulis apa yang ditulis seniman besar kita, yang meninggal di usia masih muda Chairil Anwar dalam sebaris Puisinya:&lt;br /&gt;“Hidup hanya menunda kekalahan”.&lt;br /&gt;Bukan sebagai sebuah pesimisme dalam menghadapi hidup, tetapi lebih kepada kepasrahan kepada sang Pencipta bahwa pada akhirnya kita akan dikalahkan oleh usia dan Waktu.&lt;br /&gt;Ya pada akhirnya…..&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6373947466133655534-8594556587900660143?l=nurfahmisigli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nurfahmisigli.blogspot.com/feeds/8594556587900660143/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nurfahmisigli.blogspot.com/2009/06/gerak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6373947466133655534/posts/default/8594556587900660143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6373947466133655534/posts/default/8594556587900660143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nurfahmisigli.blogspot.com/2009/06/gerak.html' title='gerak'/><author><name>nurfahmi sigli</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17224812734733356205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6373947466133655534.post-3980454773639322015</id><published>2009-06-27T02:34:00.000-07:00</published><updated>2009-06-27T02:41:24.947-07:00</updated><title type='text'>listrik magnet</title><content type='html'>&lt;p&gt;Dalam bidang kelistrikan ada konsep yang sangat berguna, yaitu konsep induksi silang (&lt;em&gt;mutual induction&lt;/em&gt;) atau ada juga yang menyebutnya sebagai induksi timbal-balik. Konsep ini merupakan awal mula dari pengembangan elektronika telekomunikasi. Aplikasi induksi timbal-balik digunakan untuk mentransmisikan sinyal elektromagnet melalui ruang dari satu perangkat ke perangkat lain. Di sini akan dibahas konsep dasar dari induksi silang sebagai dasar pemahaman bagi pengertian lebih lanjut tentang elektronika komunikasi.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div id="attachment_49" class="wp-caption alignleft" style="width: 194px;"&gt;&lt;a href="http://aktifisika.files.wordpress.com/2008/11/06-05-01-magnets41.gif"&gt;&lt;img class="size-medium wp-image-49" title="06-05-01-magnets41" src="http://aktifisika.files.wordpress.com/2008/11/06-05-01-magnets41.gif?w=184&amp;amp;h=240" alt="arus listrik dalam loop kawat menginduksi medan magnet" width="184" height="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt;arus listrik dalam loop kawat menginduksi medan magnet&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;Sebelumnya, kamu sudah mempelajari tentang medan magnet, bukan? Dalam pembahasan tentang medan magnet kamu sudah belajar bagaimana muatan listrik yang bergerak atau arus listrik dapat menghasilkan medan magnet. Bukankah begitu? Apakah kamu masih ingat, siapakah tokoh yang memperkenalkan konsep ini? Ya, dia adalah Hans Christian Oersted, seorang ahli fisika yang berasal dari Denmark. Konsep medan magnet yang dihasilkan oleh arus listrik dirumuskan secara lengkap oleh Ampere, dan dikenal dengan hukum Ampere. Konsep arus listrik yang dapat menghasilkan (menginduksi) medan magnet dikenal sebagai &lt;strong&gt;induksi magnet&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Selain itu, sebelumnya kamu juga sudah mempelajari bagaimana medan magnet yang berubah-ubah terhadap waktu juga dapat menghasilkan arus listrik, bukan? Apakah kamu masih ingat siapakah tokoh yang berjasa dalam mengembangkan konsep ini? ya, dia adalah Michael Faraday, seorang tokoh terkemuka dalam fisika yang berkebangsaan Inggris. Konsep medan listrik (dalam bentuk arus listrik) yang dihasilkan (diinduksi) dari medan magnet yang berubah-ubah terhadap waktu dikenal sebagai &lt;strong&gt;induksi elektromagnet&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div id="attachment_50" class="wp-caption aligncenter" style="width: 460px;"&gt;&lt;a href="http://aktifisika.files.wordpress.com/2008/11/induksi-em1.gif"&gt;&lt;img class="size-full wp-image-50" title="induksi-em1" src="http://aktifisika.files.wordpress.com/2008/11/induksi-em1.gif?w=450&amp;amp;h=253" alt="medan magnet yang berubah-ubah menghasilkan arus listrik" width="450" height="253" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt;medan magnet yang berubah-ubah menghasilkan arus listrik&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;Kedua konsep ini sangat berguna untuk memahami pengertian induksi silang yang akan dijelaskan berikut ini.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Induksi silang dapat terjadi pada dua buah rangkaian listrik. Salah satu rangkaian tersebut dialiri arus listrik sedangkan rangkaian yang lain tidak. Melalui peristiwa induksi silang, rangkaian yang dialiri arus listrik dapat “menginduksi” (baca: mentransmisikan listrik ke) rangkaian yang lain sehingga arus listrik dapat dihasilkan dalam rangkaian ini. untuk lebih jelasnya, coba kamu perhatikan gambar berikut ini.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div id="attachment_51" class="wp-caption aligncenter" style="width: 320px;"&gt;&lt;a href="http://aktifisika.files.wordpress.com/2008/11/image1481.gif"&gt;&lt;img class="size-full wp-image-51" title="image1481" src="http://aktifisika.files.wordpress.com/2008/11/image1481.gif?w=310&amp;amp;h=251" alt="induksi silang antara dua rangkaian" width="310" height="251" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt;induksi silang antara dua rangkaian&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;Berdasarkan prinsip Ampere bahwa arus listrik dapat menginduksi medan magnet, pada rangkaian dua (#2) arus listrik (&lt;em&gt;i&lt;/em&gt;) dalam rangkaian dapat menghasilkan medan magnet (&lt;em&gt;B&lt;/em&gt;). arus listrik yang digunakan dalam rangkaian haruslah arus yang berubah-ubah besarnya (bisa dilakukan dengan menggunakan arus bolak-balik). Mengapa? Coba kamu cari alasannya. Selanjutnya medan magnet ini menghasilkan fluks magnet yang menembus rangkaian listrik satu (#1) secara tegak lurus. Karena medan magnet yang menginduksi rangkaian listrik berubah-ubah maka arus listrik akan dihasilkan dalam rangkaian kedua ini. (Jadi, pertanyaan tadi sudah terjawab, kan).&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dihasilkannya arus listrik pada rangkaian kedua yang disebabkan oleh medan magnet dari rangkaian listrik lain yang dialiri arus listrik ini di mana antara kedua rangkaian tidak saling berhubungan dan terpisah oleh ruang merupakan konsep dasar dari induksi silang. Bagaimana, sudah paham kan sekarang?&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Prinsip induksi silang dapat juga dimanfaatkan untuk memahami cara kerja transformator (trafo). Tahukah kamu, apa yang dimaksud dengan transformator? Secara singkat dijelaskan di sini bahwa transformator adalah alat untuk menaikkan atau menurunkan tegangan listrik. Pembahasan tentang trafo akan diberikan dalam bahasan tersendiri.&lt;/p&gt; &lt;a href="http://aktifisika.files.wordpress.com/2008/11/tv31.jpg"&gt;&lt;img class="alignright size-medium wp-image-52" title="CRBR004312" src="http://aktifisika.files.wordpress.com/2008/11/tv31.jpg?w=240&amp;amp;h=170" alt="CRBR004312" width="240" height="170" /&gt;&lt;/a&gt;Apakah kamu dapat menghubungkan konsep induksi silang yang sudah dibahas di sini dengan bagaimana cara kerja telepon seluler, radio, atau TV? Telepon seluler dapat menerima sinyal listrik dari perangkat lain walaupun kedua perangkat tidak saling bersentuhan atau berhubungan. Demikian juga dengan radio dan TV. Secara luas juga mencakup perangkat wireless (tanpa kabel) yang saat ini sangat bermanfaat dan banyak digunakan sehari-hari. Tentu saja konsep induksi silang dapat digunakan untuk menjelaskan peristiwa tersebut. Penjelasan lebih lanjut tentang cara kerja baik telepon seluler, radio, TV, maupun perangkat wireless lainnya akan dibahas dalam materi gelombang Elektromagnet&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6373947466133655534-3980454773639322015?l=nurfahmisigli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nurfahmisigli.blogspot.com/feeds/3980454773639322015/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nurfahmisigli.blogspot.com/2009/06/listrik-magnet.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6373947466133655534/posts/default/3980454773639322015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6373947466133655534/posts/default/3980454773639322015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nurfahmisigli.blogspot.com/2009/06/listrik-magnet.html' title='listrik magnet'/><author><name>nurfahmi sigli</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17224812734733356205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6373947466133655534.post-7160486549236388947</id><published>2009-06-27T02:23:00.000-07:00</published><updated>2009-06-27T03:12:00.620-07:00</updated><title type='text'>usaha dan energi</title><content type='html'>&lt;!-- CTR--&gt;   &lt;!-- Start LQ--&gt;   &lt;!--posts--&gt;   &lt;!--posts head--&gt; &lt;div class="postH"&gt; &lt;h1&gt;Usaha dan energi&lt;/h1&gt; &lt;ul class="PostAC"&gt;&lt;li class="PostT"&gt;&lt;span&gt;Tuesday &lt;span style="border-bottom: 1px solid rgb(51, 102, 153); text-decoration: underline; color: rgb(51, 102, 153); font-weight: 400; font-style: normal;font-family:&amp;quot;;font-size:10;" class="IL_LINK_STYLE"  &gt;Oct&lt;/span&gt; 7,2008 12:45 PM&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="PostA"&gt;By san &lt;/li&gt;&lt;li class="PostC"&gt;In &lt;a href="http://www.gurumuda.com/category/fisika-sma/usaha-energi" title="View all posts in Usaha dan Energi" rel="category tag"&gt;Usaha dan Energi&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/div&gt; &lt;!--end posts head--&gt;     &lt;!--clear--&gt;&lt;!--end-clear--&gt;      &lt;!--post CX--&gt;    &lt;!-- start content --&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pengantar&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Dalam kehidupan sehari-hari dirimu pasti sering mendengar atau menggunakan &lt;span style="border-bottom: 1px solid rgb(51, 102, 153); text-decoration: underline; color: rgb(51, 102, 153); font-weight: 400; font-style: normal;font-family:&amp;quot;;font-size:12;" class="IL_LINK_STYLE"  &gt;kata&lt;/span&gt; “usaha” &lt;/span&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px solid rgb(51, 102, 153); text-decoration: underline; color: rgb(51, 102, 153); font-weight: 400; font-style: normal;font-family:&amp;quot;;font-size:12;" class="IL_LINK_STYLE"  &gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; “energi”. &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;Kata&lt;/span&gt; “usaha” &lt;/span&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px solid rgb(51, 102, 153); text-decoration: underline; color: rgb(51, 102, 153); font-weight: 400; font-style: normal;font-family:&amp;quot;;font-size:12;" class="IL_LINK_STYLE"  &gt;yang&lt;/span&gt;&lt;span&gt; sering &lt;span style="border-bottom: 1px solid rgb(51, 102, 153); text-decoration: underline; color: rgb(51, 102, 153); font-weight: 400; font-style: normal;font-family:&amp;quot;;font-size:12;" class="IL_LINK_STYLE"  &gt;kita&lt;/span&gt; gunakan dalam kehidupan sehari-hari memiliki makna &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;yang&lt;/span&gt;&lt;span&gt; berbeda dengan pengertian usaha dalam fisika. Pada kesempitan ini &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;kita&lt;/span&gt; akan belajar pokok bahasan usaha &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;dan&lt;/span&gt; energi. Pokok bahasan Usaha &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; Energi &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;yang&lt;/span&gt; telah &lt;/span&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px solid rgb(51, 102, 153); text-decoration: underline; color: rgb(51, 102, 153); font-weight: 400; font-style: normal;font-family:&amp;quot;;font-size:12;" class="IL_LINK_STYLE"  &gt;anda&lt;/span&gt; pelajari di SMP masih bersifat kualitatif &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;dan&lt;/span&gt; mungkin sekarang dirimu sudah melupakan semuanya &lt;/span&gt;&lt;img src="http://www.gurumuda.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif" alt=";)" class="wp-smiley" /&gt;  . Oleh karena itu gurumuda mencoba membantu dirimu memahami kembali &lt;em&gt;(syukur kalo masih diingat)&lt;/em&gt;&lt;span&gt; konsep Usaha &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;dan&lt;/span&gt; Energi secara lebih mendalam &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; tentu saja disertai &lt;span style="border-bottom: 1px solid rgb(51, 102, 153); text-decoration: underline; color: rgb(51, 102, 153); font-weight: 400; font-style: normal;font-family:&amp;quot;;font-size:12;" class="IL_LINK_STYLE"  &gt;juga&lt;/span&gt; dengan penjelasan kuantitatif (&lt;/span&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px solid rgb(51, 102, 153); text-decoration: underline; color: rgb(51, 102, 153); font-weight: 400; font-style: normal;font-family:&amp;quot;;font-size:12;" class="IL_LINK_STYLE"  &gt;ada&lt;/span&gt; rumusnya). Akhirnya, semoga dirimu tidak berkecil hati, apalagi sampai kecewa &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span&gt; putus asa karena &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;ada&lt;/span&gt; rumus. Pahamilah dengan baik &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;dan&lt;/span&gt; benar konsep Usaha &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span&gt; Energi &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;yang&lt;/span&gt; dijelaskan, maka dirimu tidak akan meringis ketika menatap rumus…  selamat belajar ya, semoga sukses sampai di tujuan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;img src="http://www.gurumuda.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley" /&gt; &lt;span id="more-1923"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Pada pokok bahasan fisika sebelumnya, &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;kita&lt;/span&gt; telah belajar tentang gerak benda &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span&gt; hubungannya dengan Gaya &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;yang&lt;/span&gt;&lt;span&gt; mempengaruhi gerak benda (Hukum Newton tentang Gerak). Kali ini &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;kita&lt;/span&gt; menganalisis gerak benda dalam kaitannya dengan Usaha &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;dan&lt;/span&gt; Energi. Usaha &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span&gt; Energi merupakan besaran skalar sehingga analisis &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;kita&lt;/span&gt; menjadi lebih mudah dibandingkan dengan ketika &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;kita&lt;/span&gt; mempelajari gaya. Konsep usaha &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;dan&lt;/span&gt; energi sangat penting, sehingga sangat dianjurkan supaya dipelajari dengan penuh semangat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;USAHA&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Usaha alias Kerja &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;yang&lt;/span&gt; dilambangkan dengan huruf W (Work-&lt;/span&gt;&lt;em&gt;bahasa inggris&lt;/em&gt;&lt;span&gt;), digambarkan sebagai sesuatu &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;yang&lt;/span&gt; dihasilkan oleh Gaya (&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;F&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;) ketika Gaya bekerja pada benda hingga benda bergerak dalam jarak tertentu. Hal &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;yang&lt;/span&gt; paling sederhana adalah apabila Gaya (&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;F&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;) bernilai konstan (baik besar maupun arahnya) &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span&gt; benda &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;yang&lt;/span&gt; dikenai Gaya bergerak pada lintasan lurus &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;dan&lt;/span&gt; searah dengan arah Gaya tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Secara matematis, usaha &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;yang&lt;/span&gt; dilakukan oleh gaya &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;yang&lt;/span&gt; konstan didefinisikan sebagai hasil kali perpindahan dengan gaya &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;yang&lt;/span&gt; sejajar dengan perpindahan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-1931" title="1a" src="http://www.gurumuda.com/wp-content/uploads/2008/10/1a.jpg" alt="" width="300" height="131" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt; &lt; ![endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Persamaan matematisnya adalah :&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;W = &lt;strong&gt;F&lt;/strong&gt; s&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;W adalah usaha alias kerja, F adalah gaya &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;yang&lt;/span&gt; sejajar dengan perpindahan &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;dan&lt;/span&gt; s adalah perpindahan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Apabila gaya konstan tidak searah dengan perpindahan, sebagaimana tampak pada gambar di bawah, maka usaha &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;yang&lt;/span&gt; dilakukan oleh gaya pada benda didefinisikan sebagai perkalian antara perpindahan dengan komponen gaya &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;yang&lt;/span&gt; searah dengan perpindahan. Komponen gaya &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;yang&lt;/span&gt; searah dengan perpindahan adalah F cos &lt;/span&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt; &lt; ![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;/xml&gt;&lt; ![endif]--&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;teta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-1932" title="1b" src="http://www.gurumuda.com/wp-content/uploads/2008/10/1b.jpg" alt="" width="305" height="127" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt; &lt; ![endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Secara matematis dirumuskan sebagai berikut :&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-1933" title="1c" src="http://www.gurumuda.com/wp-content/uploads/2008/10/1c.jpg" alt="" width="200" height="44" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt; &lt; ![endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Usaha hanya memiliki besar &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;dan&lt;/span&gt; tidak mempunyai arah karena termasuk besaran skalar. Walaupun gaya &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; perpindahan termasuk besaran vektor tetapi usaha merupakan besaran skalar karena diperoleh dari perkalian skalar. Satuan Usaha dalam Sistem Internasional (SI) adalah newton-meter. Satuan newton-meter &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;juga&lt;/span&gt; biasa disebut Joule ( 1 Joule = 1 N.m). menggunakan  sistem CGS (Centimeter Gram Sekon), satuan usaha disebut &lt;/span&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px solid rgb(51, 102, 153); text-decoration: underline; color: rgb(51, 102, 153); font-weight: 400; font-style: normal;font-family:&amp;quot;;font-size:12;" class="IL_LINK_STYLE"  &gt;erg&lt;/span&gt;. 1 &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;erg&lt;/span&gt;&lt;span&gt; = 1 &lt;span style="border-bottom: 1px solid rgb(51, 102, 153); text-decoration: underline; color: rgb(51, 102, 153); font-weight: 400; font-style: normal;font-family:&amp;quot;;font-size:12;" class="IL_LINK_STYLE"  &gt;dyne&lt;/span&gt;.cm. Dalam sistem British, usaha diukur dalam foot-pound (kaki-pon). 1 Joule = 10&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;sup&gt;7&lt;/sup&gt;&lt;span&gt; &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;erg&lt;/span&gt; = 0,7376 ft.lb.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Perlu &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;anda&lt;/span&gt;&lt;span&gt; pahami dengan baik bahwa sebuah gaya melakukan usaha apabila benda &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;yang&lt;/span&gt; dikenai gaya mengalami perpindahan. Jika benda tidak berpindah tempat maka gaya tidak melakukan usaha. Agar memudahkan pemahaman &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;anda&lt;/span&gt;, bayangkanlah &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;anda&lt;/span&gt; sedang menenteng buku sambil diam di tempat. Walaupun &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;anda&lt;/span&gt; memberikan gaya pada buku tersebut, sebenarnya &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;anda&lt;/span&gt; tidak melakukan usaha karena buku tidak melakukan perpindahan. Ketika &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;anda&lt;/span&gt; menenteng atau menjinjing buku sambil berjalan lurus ke depan, ke belakang atau ke samping, &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;anda&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;juga&lt;/span&gt;&lt;span&gt; tidak melakukan usaha pada buku. Pada saat menenteng buku atau menjinjing tas, arah gaya &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;yang&lt;/span&gt; diberikan ke atas, tegak lurus dengan arah perpindahan. Karena tegak lurus maka sudut &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;yang&lt;/span&gt; dibentuk adalah 90&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;. Cos 90&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; = 0, karenanya berdasarkan persamaan di atas, nilai usaha sama dengan nol. Contoh lain adalah ketika dirimu mendorong tembok sampai puyeng… jika tembok tidak berpindah tempat maka walaupun &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;anda&lt;/span&gt; mendorong sampai banjir keringat, &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;anda&lt;/span&gt;&lt;span&gt; tidak melakukan usaha. &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;Kita&lt;/span&gt; dapat menyimpulkan bahwa sebuah gaya tidak melakukan usaha apabila  gaya tidak menghasilkan perpindahan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;dan&lt;/span&gt; arah gaya tegak lurus dengan arah perpindahan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Contoh Soal 1 :&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Sebuah peti kemas bermassa 50 kg &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;yang&lt;/span&gt; terletak pada lantai ditarik horisontal sejauh 2 meter dengan gaya 100 N oleh seorang buruh pelabuhan. Lantai tersebut agak kasar sehingga gaya gesekan &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;yang&lt;/span&gt; diberikan pada karung beras sebesar 50 N. Hitunglah usaha total &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;yang&lt;/span&gt; dilakukan terhadap karung berisi beras tersebut…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-1934" title="1d" src="http://www.gurumuda.com/wp-content/uploads/2008/10/1d.jpg" alt="" width="291" height="124" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt; &lt; ![endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Panduan jawaban :&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Sebelum menghitung usaha total, terlebih dahulu &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;kita&lt;/span&gt; hitung usaha &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;yang&lt;/span&gt; dilakukan oleh buruh karung &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span&gt; usaha &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;yang&lt;/span&gt;&lt;span&gt; dilakukan oleh gaya gesekan. &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;Kita&lt;/span&gt; tetapkan arah kanan bertanda positif sedangkan arah kiri negatif. (b = buruh, g = gesekan, N = gaya normal, w = mg = gaya berat). Gaya gesekan berlawanan arah dengan arah gerakan benda sehingga bertanda negatif.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Pada soal di atas, terdapat empat gaya &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;yang&lt;/span&gt; bekerja pada peti kemas, yakni gaya tarik buruh (sejajar dengan perpindahan peti kemas), gaya gesekan (berlawanan arah dengan perpindahan peti), gaya berat &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span&gt; gaya normal (tegak lurus arah perpindahan, sudut &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;yang&lt;/span&gt; terbentuk adalah 90&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Untuk mengetahui usaha total, terlebih dahulu &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;kita&lt;/span&gt; hitung besar usaha &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;yang&lt;/span&gt; dilakukan masing-masing gaya tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Usaha &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;yang&lt;/span&gt; dilakukan oleh buruh pelabuhan :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;W&lt;sub&gt;b&lt;/sub&gt; = F&lt;sub&gt;b&lt;/sub&gt;.s = (100 N) (2 m) = 200 N.m&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Usaha &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;yang&lt;/span&gt; dilakukan oleh Gaya gesekan :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;W&lt;sub&gt;g&lt;/sub&gt; = F&lt;sub&gt;g&lt;/sub&gt;.s = (-50 N) (2 m) = -100 N.m&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Usaha &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;yang&lt;/span&gt; dilakukan oleh gaya berat :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;W&lt;sub&gt;w&lt;/sub&gt; = F&lt;sub&gt;w&lt;/sub&gt;.s = (mg) (2 m) cos 90&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt; = 0&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Usaha &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;yang&lt;/span&gt; dilakukan oleh gaya normal :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;W&lt;sub&gt;N&lt;/sub&gt; = F&lt;sub&gt;N&lt;/sub&gt;.s = (mg) (2 m) cos 90&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt; = 0&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Usaha total = W&lt;sub&gt;b&lt;/sub&gt; + W&lt;sub&gt;g&lt;/sub&gt; + W&lt;sub&gt;w&lt;/sub&gt; + W&lt;sub&gt;N &lt;/sub&gt; = (200 N.m) + (-100 N.m) + 0 + 0 = 100 N.m = 100 Joule&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Contoh Soal 2 :&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Seorang anak menarik mobil mainan menggunakan tali dengan gaya sebesar 20 N. Tali tersebut membentuk sudut 30&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;&lt;span&gt; terhadap permukaan tanah &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span&gt; besar gaya gesekan tanah dengan roda mobil mainan adalah 2 N. Jika mobil mainan berpindah sejauh 10 meter, berapakah usaha &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;yang&lt;/span&gt; dilakukan anak tersebut ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-1935" title="1e" src="http://www.gurumuda.com/wp-content/uploads/2008/10/1e.jpg" alt="" width="277" height="119" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt; &lt; ![endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Panduan jawaban :&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Pada dasarnya soal ini sama dengan contoh soal 1. Pada soal ini terdapat sudut &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;yang&lt;/span&gt; dibentuk antara gaya dengan arah horisontal, sehingga komponen gaya tarik &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;yang&lt;/span&gt; dipakai adalah F cos &lt;/span&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px solid rgb(51, 102, 153); text-decoration: underline; color: rgb(51, 102, 153); font-weight: 400; font-style: normal;font-family:&amp;quot;;font-size:12;" class="IL_LINK_STYLE"  &gt;teta&lt;/span&gt; (sejajar dengan arah perpindahan)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Untuk mengetahui usaha total, terlebih dahulu &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;kita&lt;/span&gt; hitung besar usaha &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;yang&lt;/span&gt; dilakukan masing-masing gaya : (A = anak, g = gesekan, w = berat &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;dan&lt;/span&gt; N = normal)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-1936" title="1f" src="http://www.gurumuda.com/wp-content/uploads/2008/10/1f.jpg" alt="" width="335" height="38" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt; &lt; ![endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Usaha &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;yang&lt;/span&gt; dilakukan oleh Gaya gesekan :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;W&lt;sub&gt;g&lt;/sub&gt; = F&lt;sub&gt;g&lt;/sub&gt;.s = (-2 N) (10 m) = -20 N.m&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Usaha &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;yang&lt;/span&gt; dilakukan oleh gaya berat :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;W&lt;sub&gt;w&lt;/sub&gt; = F&lt;sub&gt;w&lt;/sub&gt;.s = (mg) (2 m) cos 90&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt; = 0&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Usaha &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;yang&lt;/span&gt; dilakukan oleh gaya normal :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;W&lt;sub&gt;N&lt;/sub&gt; = F&lt;sub&gt;N&lt;/sub&gt;.s = (mg) (2 m) cos 90&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt; = 0&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Usaha total :&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt; &lt; ![endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-1937" title="1g" src="http://www.gurumuda.com/wp-content/uploads/2008/10/1g.jpg" alt="" width="257" height="109" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;ENERGI&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; Normal   0                                 MicrosoftInternetExplorer4 &lt;/xml&gt;&lt; ![endif]--&gt;&lt;!--  --&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;mce&gt;&lt; !   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} --&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Segala sesuatu &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;yang&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;kita&lt;/span&gt; lakukan dalam kehidupan sehari-hari membutuhkan energi. Untuk bertahan hidup &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;kita&lt;/span&gt; membutuhkan energi &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;yang&lt;/span&gt; diperoleh dari makanan. Setiap kendaraan membutuhkan energi untuk bergerak &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span&gt; energi itu diperoleh dari bahan bakar. Hewan &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;juga&lt;/span&gt; membutuhkan energi untuk hidup, sebagaimana manusia &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;dan&lt;/span&gt; tumbuhan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Energi merupakan &lt;span style="border-bottom: 1px solid rgb(51, 102, 153); text-decoration: underline; color: rgb(51, 102, 153); font-weight: 400; font-style: normal;font-family:&amp;quot;;font-size:12;" class="IL_LINK_STYLE"  &gt;salah&lt;/span&gt;&lt;span&gt; satu konsep &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;yang&lt;/span&gt; paling penting dalam fisika. Konsep &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;yang&lt;/span&gt; sangat erat kaitannya dengan usaha adalah konsep energi. Secara sederhana, energi merupakan kemampuan melakukan usaha. Definisi &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;yang&lt;/span&gt;&lt;span&gt; sederhana ini sebenarnya kurang tepat atau kurang valid untuk beberapa jenis energi (misalnya energi panas atau energi cahaya tidak dapat melakukan kerja). Definisi tersebut hanya bersifat umum. Secara umum, tanpa energi &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;kita&lt;/span&gt; tidak dapat melakukan kerja. Sebagai contoh, jika &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;kita&lt;/span&gt; mendorong sepeda motor &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;yang&lt;/span&gt; mogok, usaha alias kerja &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;yang&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;kita&lt;/span&gt; lakukan menggerakan sepeda motor tersebut. Pada saat &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;yang&lt;/span&gt;&lt;span&gt; sama, energi kimia dalam tubuh &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;kita&lt;/span&gt; menjadi berkurang, karena sebagian energi kimia dalam tubuh berubah menjadi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a title="energi kinetik" href="http://www.gurumuda.com/energi-potensial-dan-energi-kinetik/"&gt;energi kinetik&lt;!--INFOLINKS_STOP--&gt;&lt;/a&gt; sepeda motor. Usaha dilakukan ketika energi dipindahkan dari satu benda ke benda lain. Contoh ini juga menjelaskan salah satu konsep penting dalam sains, yakni kekekalan energi. Jumlah total energi pada sistem dan lingkungan bersifat kekal alias tetap. Energi tidak pernah hilang, tetapi hanya dapat berubah bentuk dari satu bentuk energi menjadi bentuk energi lain. Mengenai Hukum Kekekalan Energi akan kita kupas tuntas dalam pokok bahasan tersendiri. &lt;em&gt;(tuh ada linknya di bawah)…..&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam kehidupan sehari-hari terdapat banyak jenis energi. Energi kimia pada bahan bakar membantu kita menggerakan kendaraan, demikian juga energi kimia pada makanan membantu makhluk hidup bertahan hidup dan melakukan kerja. Dengan adanya energi listrik, kita bisa menonton TV atau menyalakan komputer sehingga bisa bermain game sepuasnya. Ini hanya beberapa contoh dari sekian banyak jenis energi dalam kehidupan kita. Misalnya ketika kita menyalakan lampu neon, energi listrik berubah menjadi energi cahaya. Energi listrik juga bisa berubah menjadi energi panas (setrika listrik), energi gerak (kipas angin) dan sebagainya. Banyak sekali contoh dalam kehidupan kita, dirimu bisa memikirkan contoh lainnya. Secara umum, energi bermanfaat bagi kita ketika energi mengalami perubahan bentuk, misalnya energi listrik berubah menjadi energi gerak (kipas angin), atau energi kimia berubah menjadi energi gerak (mesin kendaraan).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada kesempatan ini kita akan mempelajari dua jenis energi yang sebenarnya selalu kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, yakni &lt;a title="energi potensial" href="http://www.gurumuda.com/energi-potensial-dan-energi-kinetik/"&gt;energi potensial&lt;/a&gt; dan energi kinetik translasi. Energi potensial dapat berubah bentuk menjadi energi kinetik ketika benda bergerak lurus dan sebaliknya energi kinetik juga bisa berubah bentuk menjadi energi potensial. Total kedua energi ini disebut energi mekanik, yang besarnya tetap alias kekal. Mari kita pelajari kedua jenis energi ini secara lebih mendalam…&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;Referensi :&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Giancoli, Douglas C., 2001, &lt;em&gt;Fisika Jilid I (terjemahan),&lt;/em&gt; Jakarta : Penerbit Erlangga&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Halliday dan Resnick, 1991, &lt;em&gt;Fisika Jilid I, Terjemahan,&lt;/em&gt; Jakarta : Penerbit Erlangga&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tipler, P.A.,1998, &lt;em&gt;Fisika untuk Sains dan Teknik-Jilid I (terjemahan), &lt;/em&gt;Jakarta : Penebit Erlangga&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6373947466133655534-7160486549236388947?l=nurfahmisigli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nurfahmisigli.blogspot.com/feeds/7160486549236388947/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nurfahmisigli.blogspot.com/2009/06/usaha-dan-energi-tuesday-oct-72008-1245.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6373947466133655534/posts/default/7160486549236388947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6373947466133655534/posts/default/7160486549236388947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nurfahmisigli.blogspot.com/2009/06/usaha-dan-energi-tuesday-oct-72008-1245.html' title='usaha dan energi'/><author><name>nurfahmi sigli</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17224812734733356205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6373947466133655534.post-53183421454335512</id><published>2009-06-27T01:55:00.000-07:00</published><updated>2009-06-27T02:14:09.785-07:00</updated><title type='text'>tekanan</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: courier new;" class="postH"&gt; &lt;h1&gt;Tekanan dalam Fluida&lt;/h1&gt;  &lt;/div&gt; &lt;!--end posts head--&gt;     &lt;!--clear--&gt;&lt;!--end-clear--&gt;      &lt;!--post CX--&gt;    &lt;!-- start content --&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-4174" title="tekanan pada fluida" src="http://www.gurumuda.com/wp-content/uploads/2008/12/images1.jpg" alt="tekanan pada fluida" width="116" height="104" /&gt;Pengantar&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Pernahkah dirimu meminum es teh atau es sirup ? wah, jangankan es teh, semua minuman botol &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;dan&lt;/span&gt; minuman kaleng pernah disikat &lt;/span&gt;&lt;img src="http://www.gurumuda.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley" /&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;  saking kehausan, botol &lt;span style="border-bottom: 1px solid rgb(51, 102, 153); text-decoration: underline; color: rgb(51, 102, 153); font-weight: 400; font-style: normal;font-family:&amp;quot;;font-size:12;" class="IL_LINK_STYLE"  &gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span&gt; kalengnya &lt;span style="border-bottom: 1px solid rgb(51, 102, 153); text-decoration: underline; color: rgb(51, 102, 153); font-weight: 400; font-style: normal;font-family:&amp;quot;;font-size:12;" class="IL_LINK_STYLE"  &gt;juga&lt;/span&gt;&lt;span&gt; dijilat… hehehe.. pisss.. maksud gurumuda, pernahkah dirimu meminum minuman menggunakan pipet &lt;span style="border-bottom: 1px solid rgb(51, 102, 153); text-decoration: underline; color: rgb(51, 102, 153); font-weight: 400; font-style: normal;font-family:&amp;quot;;font-size:12;" class="IL_LINK_STYLE"  &gt;alias&lt;/span&gt; penyedot ? kalau belum, segera meluncur ke warung atau toko terdekat &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;dan&lt;/span&gt; bilang saja pada pelayan toko atau warung makan : “pak/bu.. boleh pinjam pipet sebentar ?…” Jangan lupa bawa uang receh untuk membeli seandainya permintaan &lt;/span&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px solid rgb(51, 102, 153); text-decoration: underline; color: rgb(51, 102, 153); font-weight: 400; font-style: normal;font-family:&amp;quot;;font-size:12;" class="IL_LINK_STYLE"  &gt;anda&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;span style="border-bottom: 1px solid rgb(51, 102, 153); text-decoration: underline; color: rgb(51, 102, 153); font-weight: 400; font-style: normal;font-family:&amp;quot;;font-size:12;" class="IL_LINK_STYLE"  &gt;di&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; tolak. Setelah &lt;span style="border-bottom: 1px solid rgb(51, 102, 153); text-decoration: underline; color: rgb(51, 102, 153); font-weight: 400; font-style: normal;font-family:&amp;quot;;font-size:12;" class="IL_LINK_STYLE"  &gt;ada&lt;/span&gt; pipet, silahkan pergi ke ruang makan, ambil segelas &lt;/span&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px solid rgb(51, 102, 153); text-decoration: underline; color: rgb(51, 102, 153); font-weight: 400; font-style: normal;font-family:&amp;quot;;font-size:12;" class="IL_LINK_STYLE"  &gt;air&lt;/span&gt; bening &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;dan&lt;/span&gt; lakukan percobaan kecil-kecilan berikut ini… biar lebih keren, kali &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;anda&lt;/span&gt;&lt;span&gt; minum &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;air&lt;/span&gt; putih (atau &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;air&lt;/span&gt;&lt;span&gt; bening ?) menggunakan pipet &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;alias&lt;/span&gt; penyedot.. Nah, &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;air&lt;/span&gt; putih kini terasa lebih nikmat. Setelah puas minum, sekarang coba &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;anda&lt;/span&gt;&lt;span&gt; masukan pipet tadi ke dalam gelas yang berisi &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;air&lt;/span&gt;, lalu angkat kembali pipet tersebut. Apa yang &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;anda&lt;/span&gt; amati ? &lt;/span&gt;&lt;em&gt;biasa saja tuh.. &lt;img src="http://www.gurumuda.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif" alt=";)" class="wp-smiley" /&gt; &lt;/em&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; Oke.. sekarang, silahkan masukan pipet sekali lagi ke dalam gelas yang berisi &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;air&lt;/span&gt;. Setelah itu, tutup salah satu ujung pipet (ujung pipet yang berada &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;di&lt;/span&gt; luar gelas) menggunakan jari telunjuk &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;anda&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;. Nah, coba dirimu angkat pipet itu sambil tetap menutup lubang pipet bagian atas. Sulap fisika dimulai… aneh bin ajaib. &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;Air&lt;/span&gt; terperangkap dalam pipet ? kok &lt;/span&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px solid rgb(51, 102, 153); text-decoration: underline; color: rgb(51, 102, 153); font-weight: 400; font-style: normal;font-family:&amp;quot;;font-size:12;" class="IL_LINK_STYLE"  &gt;bisa&lt;/span&gt;&lt;span&gt; ya ? waduh… bagaimanakah saya menjelaskannya ? gampang…. Ingin tahu mengapa demikian ? mari &lt;span style="border-bottom: 1px solid rgb(51, 102, 153); text-decoration: underline; color: rgb(51, 102, 153); font-weight: 400; font-style: normal;font-family:&amp;quot;;font-size:12;" class="IL_LINK_STYLE"  &gt;kita&lt;/span&gt; pelajari pokok bahasan Tekanan dengan penuh semangat. Setelah mempelajari pokok bahasan tekanan, dirimu akan dengan mudah menjelaskannya. Selamat belajar ya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;img src="http://www.gurumuda.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley" /&gt; &lt;span id="more-3845"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Konsep Tekanan pada Fluida&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Dalam ilmu fisika, Tekanan diartikan sebagai gaya per satuan luas, &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;di&lt;/span&gt; mana arah gaya tegak lurus dengan luas permukaan. Secara matematis, tekanan dapat dinyatakan dengan persamaan berikut ini :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-3850" title="tekanan-fluida-a" src="http://www.gurumuda.com/wp-content/uploads/2008/12/tekanan-fluida-a.jpg" alt="" width="229" height="40" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt; &lt; ![endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;P = tekanan, F = gaya &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;dan&lt;/span&gt; A = luas permukaan. Satuan gaya (F) adalah Newton (N), satuan luas adalah meter persegi (m&lt;/span&gt;&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;). Karena tekanan adalah gaya per satuan luas maka satuan tekanan adalah N/m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;. Nama lain dari N/m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;span&gt; adalah pascal (Pa). Pascal dipakai sebagai satuan Tekanan untuk menghormati om Blaise Pascal. &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;Kita&lt;/span&gt; akan berkenalan lebih dalam dengan om Pascal pada pokok bahasan &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;Prinsip Pascal.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Ketika &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;kita&lt;/span&gt; membahas Fluida, konsep Tekanan menjadi sangat penting. Ketika fluida berada dalam keadaan tenang, fluida memberikan gaya yang tegak lurus ke seluruh permukaan kontaknya. Misalnya &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;kita&lt;/span&gt;&lt;span&gt; tinjau &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;air&lt;/span&gt; yang berada &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;di&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; dalam gelas; setiap bagian &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;air&lt;/span&gt; tersebut memberikan gaya dengan arah tegak lurus terhadap dinding gelas. jadi setiap bagian &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;air&lt;/span&gt; memberikan gaya tegak lurus terhadap setiap satuan luas dari wadah yang ditempatinya, dalam hal ini gelas. Demikian &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;juga&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;air&lt;/span&gt; dalam &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px solid rgb(51, 102, 153); text-decoration: underline; color: rgb(51, 102, 153); font-weight: 400; font-style: normal;font-family:&amp;quot;;font-size:12;" class="IL_LINK_STYLE"  &gt;bak&lt;/span&gt;&lt;span&gt; mandi atau &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;Air&lt;/span&gt;&lt;span&gt; kolam renang. Ini merupakan salah satu sifat penting dari fluida statis &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;alias&lt;/span&gt; fluida yang sedang diam. Gaya per satuan luas ini dikenal dengan istilah tekanan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Mengapa pada fluida diam arah gaya selalu tegak lurus permukaan ? masih ingatkah dirimu dengan eyang Newton ? nah, Hukum III Newton yang pernah &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;kita&lt;/span&gt;&lt;span&gt; pelajari mengatakan bahwa jika &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;ada&lt;/span&gt; gaya aksi maka akan &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;ada&lt;/span&gt; gaya reaksi yang besarnya sama tetapi berlawanan arah. Ketika fluida memberikan gaya aksi terhadap permukaan, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;di&lt;/span&gt;&lt;span&gt; mana arah gaya tidak tegak lurus, maka permukaan akan memberikan gaya reaksi yang arahnya &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;juga&lt;/span&gt; tidak tegak lurus. Hal ini akan menyebabkan fluida mengalir. Tapi kenyataannya khan fluida tetap diam. Jadi kesimpulannya, pada fluida diam, arah gaya selalu tegak lurus permukaan wadah yang ditempatinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sifat penting lain dari fluida diam adalah fluida selalu memberikan tekanan ke semua arah. &lt;em&gt;Masa sich ? &lt;/em&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Untuk lebih memahami penjelasan ini, silahkan masukan sebuah benda yang &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;bisa&lt;/span&gt;&lt;span&gt; melayang ke dalam gelas atau penampung (ember dkk) yang bersisi &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;air&lt;/span&gt;. Jika &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;air&lt;/span&gt; sangat tenang, maka benda yang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;anda&lt;/span&gt;&lt;span&gt; masukan tadi tidak bergerak karena pada seluruh permukaan benda tersebut bekerja tekanan yang sama &lt;span style="border-bottom: 1px solid rgb(51, 102, 153); text-decoration: underline; color: rgb(51, 102, 153); font-weight: 400; font-style: normal;font-family:&amp;quot;;font-size:12;" class="IL_LINK_STYLE"  &gt;besar&lt;/span&gt;&lt;span&gt;.  Jika tekanan &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;air&lt;/span&gt; tidak sama &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;besar&lt;/span&gt;&lt;span&gt; maka akan &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;ada&lt;/span&gt; gaya total, yang akan menyebabkan benda bergerak (ingat &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a title="hukum II Newton" href="http://www.gurumuda.com/hukum-newton-2/"&gt;hukum II Newton&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Pengaruh kedalaman terhadap Tekanan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Pada penjelasan &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;di&lt;/span&gt; atas, gurumuda sudah menjelaskan kepada dirimu tentang dua sifat fluida statis (fluida diam), yakni memberikan tekanan ke segala arah &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span&gt; gaya yang disebabkan oleh tekanan fluida selalu bekerja tegak lurus terhadap permukaan benda yang bersentuhan dengan fluida tersebut. Ilustrasi yang &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;kita&lt;/span&gt;&lt;span&gt; gunakan adalah zat cair (&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;air&lt;/span&gt;). Nah, bagaimana pengaruh kedalaman (atau ketinggian) terhadap tekanan ? apakah tekanan &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;air&lt;/span&gt; laut pada kedalaman 10 meter sama dengan tekanan &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;air&lt;/span&gt; laut pada kedalaman 100 meter, misalnya ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Semua penyelam akan setuju jika gurumuda mengatakan bahwa tekanan &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;di&lt;/span&gt; danau atau &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;di&lt;/span&gt;&lt;span&gt; lautan akan bertambah jika kedalamannya bertambah. Silahkan menyelam dalam &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;air&lt;/span&gt; kolam atau &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;air&lt;/span&gt; sumur… hehe.. lebih keren dirimu pernah mandi &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;air&lt;/span&gt; laut &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; bahkan pernah menyelam ke bagian laut yang dalam. Semakin dalam menyelam, perbedaan tekanan akan membuat telinga &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;kita&lt;/span&gt; sakit. Gurumuda pernah mencobanya &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;di&lt;/span&gt; kampoeng. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;Kok &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;bisa&lt;/span&gt; ?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span&gt; Agar dirimu lebih memahami penjelasan gurumuda, mari &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;kita&lt;/span&gt;&lt;span&gt; tinjau tekanan &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;air&lt;/span&gt; pada sebuah wadah sebagaimana tampak pada gambar. Tinggi kolom cairan adalah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;h&lt;/em&gt;&lt;span&gt; &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; luas penampangnya A. Bagaimana tekanan &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;air&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;di&lt;/span&gt; dasar wadah ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Keterangan : w adalah berat &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;air&lt;/span&gt;, h = ketinggian kolom &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;air&lt;/span&gt; dalam wadah yang berbentuk silinder, A = luas permukaan &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;dan&lt;/span&gt; P adalah tekanan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-3851" title="tekanan-fluida-b" src="http://www.gurumuda.com/wp-content/uploads/2008/12/tekanan-fluida-b.jpg" alt="" width="194" height="148" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt; &lt; ![endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Massa kolom zat cair adalah :&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-3852" title="tekanan-fluida-c" src="http://www.gurumuda.com/wp-content/uploads/2008/12/tekanan-fluida-c.jpg" alt="" width="304" height="187" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt; &lt; ![endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Jika &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;kita&lt;/span&gt; masukan ke dalam persamaan Tekanan, maka akan diperoleh :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-3853" title="tekanan-fluida-d" src="http://www.gurumuda.com/wp-content/uploads/2008/12/tekanan-fluida-d.jpg" alt="" width="229" height="72" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt; &lt; ![endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Pa = tekanan atmosfir&lt;/em&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;. Pada gambar &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;di&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; atas tidak digambarkan Pa, tapi dalam kenyataannya, bila wadah yang berisi &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;air&lt;/span&gt; terbuka maka pada permukaan &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;air&lt;/span&gt; bekerja &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;juga&lt;/span&gt; tekanan atmosfir yang arahnya ke bawah. Tergantung permukaan wadah terbuka ke mana. Jika permukaan wadah terbuka ke atas seperti pada gambar &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;di&lt;/span&gt; atas, maka arah tekanan atmosfir adalah ke bawah. Mengenai tekanan atmosfir selengkapnya &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;bisa&lt;/span&gt;&lt;span&gt; dibaca pada penjelasan selanjutnya. Tuh &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;di&lt;/span&gt; bawah…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Berdasarkan persamaan &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;di&lt;/span&gt; atas, tampak bahwa tekanan berbanding lurus dengan massa jenis &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;dan&lt;/span&gt; kedalaman zat cair &lt;/span&gt;&lt;em&gt;(percepatan gravitasi bernilai tetap).&lt;/em&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; Jika kedalaman zat cair makin bertambah, maka tekanan &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;juga&lt;/span&gt; makin &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;besar&lt;/span&gt;&lt;span&gt;. Ingat bahwa cairan hampir tidak termapatkan akibat adanya berat cairan &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;di&lt;/span&gt; atasnya, sehingga massa jenis cairan bernilai konstan &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;di&lt;/span&gt; setiap permukaan. Jika perbedaan ketinggian sangat &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;besar&lt;/span&gt; (untuk laut yang sangat dalam), massa jenis sedikit berbeda. Tapi jika perbedaan ketinggian tidak terlalu &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;besar&lt;/span&gt;, pada dasarnya massa jenis zat cair sama (atau perbedaanya sangat kecil sehingga diabaikan).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;Kita&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;juga&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;bisa&lt;/span&gt;&lt;span&gt; menggunakan persamaan &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;di&lt;/span&gt;&lt;span&gt; atas untuk menghitung perbedaan tekanan pada setiap kedalaman yang berbeda. &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;Kita&lt;/span&gt; oprek lagi persamaan &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;di&lt;/span&gt; atas menjadi :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt; &lt; ![endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-3854" title="tekanan-fluida-e" src="http://www.gurumuda.com/wp-content/uploads/2008/12/tekanan-fluida-e.jpg" alt="" width="230" height="72" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Tekanan Atmosfir&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;em&gt;(Tekanan Udara)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Sadar atau tidak setiap hari &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;kita&lt;/span&gt; selalu “diselimuti” oleh udara. Ketika &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;kita&lt;/span&gt;&lt;span&gt; menyelam ke dalam &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;air&lt;/span&gt;, semua bagian tubuh &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;kita&lt;/span&gt;&lt;span&gt; diselubungi oleh &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;air&lt;/span&gt;. Semakin dalam &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;kita&lt;/span&gt; menyelam, semakin &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;besar&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; tekanan yang &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;kita&lt;/span&gt; rasakan. Nah, sebenarnya setiap hari &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;kita&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;juga&lt;/span&gt; diselubungi oleh atmosfir yang selalu menekan seluruh bagian tubuh &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;kita&lt;/span&gt; seperti ketika &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;kita&lt;/span&gt; berada &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;di&lt;/span&gt;&lt;span&gt; dalam &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;air&lt;/span&gt;. Seperti pada &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;air&lt;/span&gt; laut, permukaan bumi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;bisa&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;kita&lt;/span&gt;&lt;span&gt; ibaratkan dengan “dasar laut” atmosfir. Jika benar atmosfir &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;juga&lt;/span&gt; menekan seluruh bagian tubuh &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;kita&lt;/span&gt; setiap saat, mengapa &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;kita&lt;/span&gt; tidak merasakannya, sebagaimana jika &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;kita&lt;/span&gt; berada &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;di&lt;/span&gt;&lt;span&gt; dasar laut ? jawabannya adalah karena sel-sel tubuh &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;kita&lt;/span&gt; mempertahankan tekanan dalam yang besarnya hampir sama dengan tekanan luar. Hal ini yang membuat &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;kita&lt;/span&gt; tidak merasakan efek perbedaan tekanan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Pada pembahasan sebelumnya, telah dijelaskan bahwa kedalaman zat cair mempengaruhi besarnya tekanan zat cair tersebut. Semakin dalam lautan, semakin &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;besar&lt;/span&gt;&lt;span&gt; tekanan &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;air&lt;/span&gt;&lt;span&gt; laut pada kedalaman tertentu. Bagaimana dengan atmosfir &lt;span class="IL_SPAN"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;alias&lt;/span&gt; udara ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;!--INFOLINKS_STOP--&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebagaimana setiap fluida, tekanan atmosfir bumi juga berubah terhadap kedalaman (atau ketinggian). Tetapi tekanan atmosfir bumi agak berbeda dengan zat cair. Perubahan massa jenis zat cair sangat kecil untuk perbedaan kedalaman yang tidak sangat besar, sehingga massa jenis zat cair dianggap sama. Hal ini berbeda dengan massa jenis atmosfir bumi. Massa jenis atmosfir bumi bervariasi cukup besar terhadap ketinggian. Massa jenis udara di setiap ketinggian berbeda-beda sehingga kita tidak bisa menghitung tekanan atmosfir menggunakan persamaan yang telah diturunkan di atas. Selain itu tidak ada batas atmosfir yang jelas dari mana h dapat dukur. Tekanan atmosfir juga bervariasi terhadap cuaca. Jika demikian, bagaimana kita mengetahui besarnya tekanan udara ? untuk mengetahui tekanan atmosfir, kita melakukan pengukuran.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Pengukuran Tekanan &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pernahkah dirimu mendengar nama paman Torricelli ? kalau belum, mari kita berkenalan dengan paman Torricelli. Paman Evangelista Torricelli (1608-1647), murid eyang Galileo, membuat suatu metode alias cara untuk mengukur tekanan atmosfir pada tahun 1643 menggunakan barometer air raksa hasil karyanya. Barometer tersebut berupa tabung kaca yang panjang, di mana dalam tabung tersebut diisi air raksa. Nah, tabung kaca yang berisi air raksa tersebut dibalik dalam sebuah piring yang juga telah diisi air raksa &lt;em&gt;(lihat gambar di bawah ya)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-3855" title="tekanan-fluida-f" src="http://www.gurumuda.com/wp-content/uploads/2008/12/tekanan-fluida-f.jpg" alt="" width="212" height="313" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt; &lt; ![endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Catatan : dirimu jangan bingung mengapa permukaan air raksa melengkung. Nanti akan gurumuda jelaskan pada pokok bahasan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;a title="tegangan permukaan" href="http://www.gurumuda.com/tegangan-permukaan/"&gt;tegangan permukaan&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ketika tabung kaca yang berisi air raksa dibalik maka pada bagian ujung bawah tabung (pada gambar terletak di bagian atas) tidak terisi air raksa, isinya cuma uap air raksa yang tekanannya sangat kecil sehingga diabaikan (p&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; = 0). Pada permukaan air raksa yang berada di dalam piring terdapat tekanan atmosfir yang arahnya ke bawah (atmosfir menekan air raksa yang berada di piring). Tekanan atmosfir tersebut menyanggah kolom air raksa yang berada dalam pipa kaca. Pada gambar, tekanan atmosfir dilambangkan dengan p&lt;sub&gt;o&lt;/sub&gt;. Besarnya tekanan atmosfir dapat dihitung menggunakan persamaan :&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-3856" title="tekanan-fluida-g" src="http://www.gurumuda.com/wp-content/uploads/2008/12/tekanan-fluida-g.jpg" alt="" width="230" height="24" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt; &lt; ![endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan hasil pengukuran, rata-rata tekanan atmosfir pada permukaan laut adalah 1,013 x 10&lt;sup&gt;5&lt;/sup&gt; &lt;strong&gt;N/m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;/strong&gt;. Besarnya tekanan atmosfir pada permukaan laut ini digunakan untuk mendefinisikan satuan tekanan lain, yakni &lt;strong&gt;atm&lt;/strong&gt; (atmosfir). Jadi 1 atm = 1,013 x 10&lt;sup&gt;5&lt;/sup&gt; N/m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt; = 101,3 &lt;strong&gt;kPa&lt;/strong&gt; (kPa = kilo pascal). Satuan tekanan lain adalah &lt;strong&gt;bar&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;(sering digunakan pada meteorologi). &lt;/em&gt;1 bar = 1,00 x 10&lt;sup&gt;5&lt;/sup&gt; N/m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt; = 100 kPa.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bagaimana nilai tekanan atmosfir di atas diperoleh ?&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pengkurannya menggunakan prinsip yang telah ditunjukan oleh paman torricelli di atas. Tinggi kolom air raksa yang digunakan adalah 76 cm (tekanan atmosfir hanya dapat menahan kolom air raksa yang tingginya hanya mencapai 76,0 cm), di mana suhu air raksa yang digunakan tepat 0&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt; C dan besarnya percepatan gravitasi 9,8 m/s&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;. massa jenis air raksa pada kondisi ini adalah 13,6 x 10&lt;sup&gt;3 &lt;/sup&gt;kg/m&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;. Sekarang kita bisa menghitung besarnya tekanan atmosfir :&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt; &lt; ![endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-3857" title="tekanan-fluida-h" src="http://www.gurumuda.com/wp-content/uploads/2008/12/tekanan-fluida-h.jpg" alt="" width="242" height="103" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Alat pengukur tekanan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Terdapat banyak alat yang digunakan untuk mengukur tekanan, di antaranya adalah &lt;em&gt;manometer &lt;/em&gt;tabung terbuka (lihat gambar di bawah).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-3858" title="tekanan-fluida-i" src="http://www.gurumuda.com/wp-content/uploads/2008/12/tekanan-fluida-i.jpg" alt="" width="197" height="227" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt; &lt; ![endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada manometer tabung terbuka, di mana tabung berbentuk U, sebagian tabung diisi dengan zat cair (air raksa atau air). Tekanan yang terukur dihubungkan dengan perbedaan dua ketinggian zat cair yang dimasukan ke dalam tabung. Besar tekanan dihitung menggunakan persamaan :&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-3859" title="tekanan-fluida-j" src="http://www.gurumuda.com/wp-content/uploads/2008/12/tekanan-fluida-j.jpg" alt="" width="232" height="97" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt; &lt; ![endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada umumnya bukan hasil kali &lt;em&gt;pgh &lt;/em&gt;yang dihitung melainkan ketinggian zat cair (h) karena tekanan kadang dinyatakan dalam satuan milimeter air raksa (mmhg) atau milimeter air (mm-H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O). Nama lain mmhg adalah &lt;strong&gt;torr &lt;/strong&gt;(mengenang jasa paman Evangelista &lt;strong&gt;Torr&lt;/strong&gt;icelli).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selain manometer, terdapat juga pengukur lain yakni barometer aneroid, baik mekanis maupun elektrik, termasuk alat pengukur tekanan ban dkk. Alat yang digunakan oleh paman torricelli untuk mengukur tekanan atmosfir disebut juga barometer air raksa, di mana tabung kaca diisi penuh dengan air raksa kemudian dibalik ke dalam piring yang juga berisi air raksa.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Tekanan Terukur, Tekanan gauge dan  Tekanan absolut &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dirimu punya mobil atau sepeda motor/sepeda-kah ? jika punya bersyukurlah. Jika belum punya, silahkan bermain ke bengkel terdekat. Amati om-om yang bekerja di bengkel… wah, jangan pelototin om-nya dong, tapi perhatikan kegiatan mereka di bengkel, khususnya ketika mengisi udara dalam ban kendaraan (mobil atau sepeda motor). Biasanya mereka menggunakan alat ukur tekanan udara. Hal ini membantu agar tekanan udara ban tidak kurang/melebihi batas yang ditentukan. Nah, ketika om-om tersebut mengisi udara dalam ban, yang mereka ukur adalah tekanan udara dalam ban saja. Tekanan atmosfir tidak diperhitungkan. Bukan hanya ketika mengukur tekanan udara dalam ban, bola sepak dkk tetapi juga sebagian besar pengukuran tekanan lainnya, tekanan atmosfir tidak diukur. Tekanan yang dikur tersebut dinamakan &lt;strong&gt;tekanan terukur. &lt;/strong&gt;Lalu apa bedanya dengan tekanan absolut ?&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tekanan absolut = tekanan atmosfir + tekanan terukur. Jadi untuk mendapatkan tekanan absolut, kita menambahkan tekanan terukur dengan tekanan atmosfir. Dengan kata lain, tekanan absolut = tekanan total. Secara matematis bisa ditulis :&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;p = pa + p&lt;sub&gt;ukur&lt;/sub&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;misalnya jika tekanan ban yang kita ukur = 100 kPa, maka tekanan absolut adalah :&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;p = pa + p&lt;sub&gt;ukur&lt;/sub&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;p = 101 kPa + 100 kPa&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;p = 201 kPa&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Besarnya tekanan absolut = 201 kPa.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Terus pa = 101 kPa (101 kilo Pascal) datangnya dari mana ? sudah gurumuda jelaskan di atas. Baca kembali kalau dirimu sudah melupakannya…&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ada satu lagi istilah, yakni &lt;strong&gt;tekanan gauge &lt;/strong&gt;alias&lt;strong&gt; tekanan tolok&lt;/strong&gt;. Tekanan gauge merupakan kelebihan tekanan di atas tekanan atmosfir. Misalnya kita tinjau tekanan ban sepeda motor. Ketika ban sepeda motor kempes, tekanan dalam ban = tekanan atmosfir &lt;em&gt;(Tekanan atmosfir = 1,01 x 10&lt;sup&gt;5&lt;/sup&gt; Pa = 101 kPa).&lt;/em&gt; Jika dirimu ingin mengunakan ban tersebut sehingga sepeda motor yang “ditunggangi” bisa kebut-kebutan di jalan, maka dirimu harus mengisi ban tersebut dengan udara. Ketika ban diisi udara, tekanan ban pasti bertambah. Nah, ketika tekanan ban menjadi lebih besar dari 101 kPa, maka kelebihan tekanan tersebut disebut juga tekanan gauge. Begitu….&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Tugas dari Gurumuda&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Setelah mempelajari pokok bahasa &lt;em&gt;Tekanan dalam fluida&lt;/em&gt;, silahkan menjawab pertanyaan berikut ini. Jawabannya akan kita bahas melalui kolom komentar…&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Pertanyaan pertama :&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada awal tulisan ini, dikatakan bahwa air bisa terperangkap dalam pipet. Mengapa demikian ? ini adalah sulap fisika. Hehe…. Apakah dirimu mengetahui jawabannya ? silahkan posting melalui kolom komentar saja ya… nanti akan dijelaskan. Jangan pernah takut salah menjawab… namanya juga manusia pasti bisa berbuat salah.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Pertanyaan kedua :&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada penjelasan di atas, dikatakan bahwa tekanan atmosfir hanya mampu menahan kolom air raksa yang ketinggiannya hanya mencapai 76 cm. Ternyata tekanan atmosfir juga hanya mampu menahan kolom air (H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O) yang tingginya 10,3 meter (misalnya air yang ada dalam pipa). Pertanyaannya, dapatkah kita menyedot air dalam sumur yang kedalamannya lebih dari 10,3 meter menggunakan pompa vakum ? air dialirkan melalui pipa.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;(pompa vakum tu pompa yang biasa dipakai jaman dulu untuk memompa air dari sumur. Mungkin sekarang jarang dipakai. Coba dirimu tanya pada ayah, ibu atau kakek atau nenek. Jangan tanya ke adikmu, ntar dirinya cuma bengong)&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Referensi :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Giancoli, Douglas C., 2001, &lt;em&gt;Fisika Jilid I (terjemahan),&lt;/em&gt; Jakarta : Penerbit Erlangga&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Halliday dan Resnick, 1991, &lt;em&gt;Fisika Jilid I, Terjemahan,&lt;/em&gt; Jakarta : Penerbit Erlangga&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kanginan, Marthen, 2000, &lt;em&gt;Fisika 2000, SMU  kelas 1, Caturwulan 2&lt;/em&gt;, Jakarta : Penerbit Erlangga&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tipler, P.A.,1998, &lt;em&gt;Fisika untuk Sains dan Teknik-Jilid I (terjemahan), &lt;/em&gt;Jakarta : Penebit Erlangga&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Young, Hugh D. &amp;amp; Freedman, Roger A., 2002, &lt;em&gt;Fisika Universitas (terjemahan),&lt;/em&gt; Jakarta : Penerbit Erlangga&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6373947466133655534-53183421454335512?l=nurfahmisigli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nurfahmisigli.blogspot.com/feeds/53183421454335512/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nurfahmisigli.blogspot.com/2009/06/tekanan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6373947466133655534/posts/default/53183421454335512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6373947466133655534/posts/default/53183421454335512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nurfahmisigli.blogspot.com/2009/06/tekanan.html' title='tekanan'/><author><name>nurfahmi sigli</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17224812734733356205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6373947466133655534.post-6834575865596218470</id><published>2009-06-27T01:10:00.000-07:00</published><updated>2009-06-27T01:51:26.723-07:00</updated><title type='text'>pemantulan cahaya</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:+1;"&gt;.: KEGIATAN BELAJAR 2 &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;color:#000066;"&gt;&lt;strong&gt; Cermin Datar&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;table border="0" width="100%"&gt;             &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;               &lt;td colspan="2"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000066;"&gt;&gt;&gt;Pada akhir kegiatan, diharapkan Anda dapat :&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;             &lt;tr&gt;               &lt;td valign="middle" width="14" height="121"&gt; &lt;/td&gt;               &lt;td valign="top" width="506"&gt;                 &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;melukis pembentukan bayangan pada cermin datar dengan benar,menyebutkan sifat-sifat bayangan yang dihasilkan oleh cermin datar dengan benar,menentukan tinggi cermin datar minimal agar seseorang yang tingginya tertentu dapat melihat keseluruhan bayangannya pada cermin itu,menentukan tinggi bayangan sebagian tubuh yang terbentuk pada cermin datar bila diketahui data minimal yang dibutuhkan ,menentukan besar perputaran sudut pantul bila cermin datar diputar dengan sudut tertentu dan menentukan jumlah bayangan dari suatu benda yang dapat dibentuk oleh dua cermin datar yang digabung berhadapan bila sudut antara dua cermin itu diketahui. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;         &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                         &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://202.65.121.165/elcom2/file.php/1/Animasi_Fisika/fisika/PEMANTULAN%20CAHAYA/kb2.htm"&gt;Uraian&lt;/a&gt; |&lt;span style="color:#ff0000;"&gt; Melukis Pembentukan Bayangan Pada Cermin Datar&lt;/span&gt; | &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://202.65.121.165/elcom2/file.php/1/Animasi_Fisika/fisika/PEMANTULAN%20CAHAYA/jmlbyngn.htm"&gt;Jumlah Bayangan&lt;/a&gt; |&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://202.65.121.165/elcom2/file.php/1/Animasi_Fisika/fisika/PEMANTULAN%20CAHAYA/tugas2.htm"&gt;Tugas-2&lt;/a&gt; | &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://202.65.121.165/elcom2/file.php/1/Animasi_Fisika/fisika/PEMANTULAN%20CAHAYA/kb1.htm"&gt;Kegiatan Belajar 1 &lt;/a&gt;| &lt;a href="http://202.65.121.165/elcom2/file.php/1/Animasi_Fisika/fisika/PEMANTULAN%20CAHAYA/kb3.htm"&gt;Kegiatan Belajar 3 &lt;/a&gt;| &lt;/span&gt; &lt;a href="http://202.65.121.165/elcom2/file.php/1/Animasi_Fisika/fisika/PEMANTULAN%20CAHAYA/dafisi.htm"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Home&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;       &lt;hr width="100%"&gt;                &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Melukis Pembentukan Bayangan Pada Cermin Datar &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Untuk melukis bayangan pada cermin datar sangat mudah. Gunakan saja hukum pemantulan cahaya yang telah Anda pelajari pada Kegiatan 1. Misalkan saja Anda hendak menentukan bayangan benda O sebagaimana terlihat pada Gambar 8 di bawah. Misalkan sinar datang dari O ke C, lalu dari titik C ditarik garis normal tegak lurus permukaan cermin. Dengan bantuan busur derajat, ukurlah besar sudut datang (i) yakni sudut yang dibentuk oleh OC dan garis normal. Selanjutnya buatlah sudut pantul (r) yaitu sudut antara garis normal dan sinar pantul CD yang besarnya sama dengan sudut datang. Posisi bayangan dapat ditentukan dengan memperpanjang sinar pantul CD dari C ke O' yang berpotongan dengan garis OO' melalui B&lt;/span&gt;. &lt;/p&gt;         &lt;table border="0" width="100%"&gt;           &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;             &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img src="http://202.65.121.165/elcom2/file.php/1/Animasi_Fisika/fisika/PEMANTULAN%20CAHAYA/images/gb9.jpg" width="331" height="128" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;         &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;         &lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, Times, serif;font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Gambar 9 &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, Times, serif;font-size:85%;"&gt;Melukis pembentukan bayangan benda O menggunakan hukum pemantulan cahaya. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Bila Anda ukur akan Anda dapatkan bahwa jarak BO = BO'. Dengan bantuan geometri dapat juga Anda buktikan kebenaran ini. Pada Gambar 8 sudut BOC = sudut datang (berseberangan) dan sudut BO'C = sudut pantul (sehadap). Karena sudut datang = sudut pantul, maka Anda dapatkan sudut BOC = sudut BO'C. Sementara itu sudut CBO = CBO' (sama-sama tegak lurus) sehingga dapat disimpulkan bahwa segitiga CBO sama dan sebangun dengan segitiga CBO'. Akibatnya panjang BO = BO'. Dalam hal ini BO = jarak benda BO' = jarak bayangan. Pada cermin datar selalu didapatkan bahwa &lt;strong&gt;jarak benda sama dengan jarak bayangan &lt;/strong&gt;. Mudah, bukan? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;table border="0" width="100%"&gt;           &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;             &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;               &lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,29,0" width="350" height="250"&gt;                   &lt;param name="movie" value="anim/gb10.swf"&gt;                   &lt;param name="quality" value="high"&gt;                   &lt;embed src="http://202.65.121.165/elcom2/file.php/1/Animasi_Fisika/fisika/PEMANTULAN%20CAHAYA/anim/gb10.swf" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="350" height="250"&gt;&lt;/embed&gt;               &lt;/object&gt;             &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;         &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;         &lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, Times, serif;font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Gambar 10 &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, Times, serif;font-size:85%;"&gt;Melukis bayangan sebuah pensil menggunakan hukum pemantulan cahaya. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Bayangan sebuah pensil di depan cermin datar pada gambar 10 dapat ditentukan dengan menggunakan hukum pemantulan cahaya. Cara melukisnya sama seperti melukis benda O pada gambar 9. Hanya saja untuk benda yang memiliki tinggi seperti pensil ini Anda harus melukis jalannya sinar datang dan sinar pantul minimal untuk dua titik yakni A dan B. Dengan pembuktian yang serupa dengan gambar 9 Anda akan dapatkan bahwa AF = A'F dan tinggi AB = A'B'. Jadi pada cermin datar tidak hanya jarak benda sama dengan jarak bayangan tetapi juga bahwa tinggi benda sama dengan tinggi bayangan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Untuk benda yang bukan berupa titik atau garis, ukuran bayangan sama dengan ukuran bendanya. Benda dan bayangan hanya berbeda dalam hal kiri dan kanannya. Bagian kiri benda menjadi bagian kanan bayangan dan sebaliknya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Anda dapat membuktikan hal ini saat Anda di depan cermin. Untuk itu Anda membutuhkan busur derajat, penggaris cm, pensil, penghapus dan kertas bersih untuk mengerjakan latihan tersebut. Latihannya sendiri mudah saja. Untuk Gambar (a) di atas Anda dapat mengerjakannya dengan cara melukis minimal tiga pasang sinar datang - sinar pantul, sedangkan untuk gambar (b) Anda harus melukis minimal 5 pasang. Silahkan mencoba! &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Berapakah Tinggi Minimal Cermin Datar Agar Saat Bercermin Seluruh Bayangan Tubuh Kita Ada Di Dalam Cermin Tersebut? &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;table border="0" width="100%"&gt;           &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;             &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;img src="http://202.65.121.165/elcom2/file.php/1/Animasi_Fisika/fisika/PEMANTULAN%20CAHAYA/images/lat1.jpg" width="294" height="134" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;         &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;         &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Bila seorang anak yang tingginya 150 cm ingin melihat bayangannya pada cermin datar, haruskah cermin itu mempunyai tinggi yang sama dengan anak itu? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Marilah kita jawab pertanyaan ini secara geometrik. Kita ambil misal tinggi anak dari ujung kaki sampai atas kepala = h. Untuk melihat atas kepala, maka sinar harus datang dari kepala menuju cermin lalu cermin memantulkan sinar itu ke mata. Untuk melihat ujung kaki, sinar harus datang dari ujung kaki ke cermin lalu oleh cermin dipantulkan ke mata. Pada Gambar 10 jarak atas kepala (topi) ke mata = d. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;table border="0" width="100%"&gt;           &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;             &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img src="http://202.65.121.165/elcom2/file.php/1/Animasi_Fisika/fisika/PEMANTULAN%20CAHAYA/images/gb11.jpg" width="291" height="213" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;         &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;         &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, Times, serif;font-size:85%;"&gt;Gambar 11 &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, Times, serif;font-size:85%;"&gt;Menentukan tinggi minimal cermin untuk melihat tinggi seluruh bayangan benda         &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Dari gambar terlihat bahwa tinggi minimal cermin datar &lt;strong&gt;L &lt;/strong&gt; = s + ½ d, sedangkan h = 2s + d atau s = ½ (h – d) sehingga kita dapatkan tinggi minimal cermin &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;L &lt;/strong&gt; = ½ (h – d) + ½ d &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;atau&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;table border="0" width="100%" height="79"&gt;           &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;             &lt;td valign="top" width="115" height="75"&gt;&lt;img src="http://202.65.121.165/elcom2/file.php/1/Animasi_Fisika/fisika/PEMANTULAN%20CAHAYA/images/fisx09g30.gif" width="110" height="69" /&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td valign="middle" width="398"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Persamaan untuk menentukan tinggi minimal cermin datar agar dapat melihat tinggi seluruh bayangan benda &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;         &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;         &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;dengan &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;L = tinggi minimal cermin datar (m) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;h = tinggi benda (m) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Jadi, agar dapat melihat tinggi seluruh bayangan benda pada sebuah cermin datar maka tinggi cermin itu haruslah sama dengan setengah tinggi benda dengan posisi seperti diperlihatkan oleh gambar 11 di atas. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Mungkin Anda bertanya bagaimana dengan jarak benda ke cermin datar, berpengaruhkah hal ini dalam pembentukan bayangan? Jawabnya tidak. Perubahan jarak benda dari cermin datar, hanya merubah besar sudut datang (i). Akan tetapi karena sudut pantul (r) selalu sama dengan sudut datang (i), maka besar sudut-sudut pantul akan berubah sesuai dengan perubahan besar sudut-sudut datang sehingga tidak merubah bayangan yang terbentuk. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Kini Anda dapat menjawab pertanyaan di atas. Agar dapat melihat keseluruhan bayangan dirinya pada cermin datar, maka tinggi minimal cermin adalah 75 cm. Mudah, ya? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Bila tinggi cermin datar kurang dari ½ tinggi badan anak yang hendak bercermin, bagaimana bayangan anak itu? Perhatikanlah contoh soal di bawah ini! &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Contoh: &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;table border="0" width="100%"&gt;           &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;             &lt;td valign="top" width="20"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td width="495"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Seseorang yang memiliki tinggi dari ujung kaki sampai ke matanya 150 cm berdiri di depan cermin datar yang tingginya 30 cm. Cermin itu ditegakkan vertikal di atas meja yang tingginya 80 cm dari lantai. Berapakah tinggi bayangan bagian badan orang itu yang dapat dilihatnya di cermin? &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;         &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;         &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Penyelesaian: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Dalam soal tinggi badan yang diketahui hanya dari ujung kaki sampai mata saja. Namun, ini tidak masalah sebab yang melihat bayangan adalah mata. Jadi tinggi badan dari mata ke atas tak perlu dipersoalkan. Untuk menyelesaikan soal ini kita membutuhkan bantuan gambar seperti gambar di bawah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;table border="0" width="100%"&gt;           &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;             &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;img src="http://202.65.121.165/elcom2/file.php/1/Animasi_Fisika/fisika/PEMANTULAN%20CAHAYA/images/hal17.jpg" width="382" height="183" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;         &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;         &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Ingat, bayangan terbentuk bila sinar dari benda sampai ke mata setelah dipantulkan oleh cermin. Jadi, untuk menghitung tinggi bayangan, sebaiknya pengukuran dimulai dari mata ke bawah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Dari gambar dapat dilihat bahwa bagian badan yang dapat dilihat melalui cermin datar sama dengan tinggi CF sebab sinar yang berasal titik-titik sepanjang CF itulah yang setelah dipantulkan oleh cermin sampai ke mata. Mari kita hitung tinggi CF ini dengan bantuan gambar di atas. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Di ukur dari ujung kaki, tinggi ujung bawah cermin datar adalah BD = 80 cm, sedangkan tinggi ujung atasnya adalah BE = 110 cm (sebab tinggi cermin menurut data soal adalah 30 cm sama dengan tingggi DE). Tinggi orang dihitung fari ujung kaki sampai mata sama dengan tinggi BA = 150 cm. Berdasarkan hukum pemantulan Tinggi DA sama dengan tinggi CD. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;table border="0" width="384"&gt;           &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;             &lt;td valign="top" width="89" height="70"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Tinggi DA&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;              Jadi DA&lt;br /&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td valign="top" width="285"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;= BA – BD&lt;br /&gt;              = 150 cm – 80 cm&lt;br /&gt;              = 70 cm&lt;br /&gt;              = CD = 70 cm &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;            &lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;         &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;         &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Dari gambar di atas juga dapat ditentukan bahwa tinggi CA = 2 CD = 2 DA = 140 cm sehingga tinggi BC dapat ditentukan, yakni:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Tinggi BC = BA – CA =10 cm &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Selanjutnya kita dapatkan tinggi BF = BD – BC = 70 cm sehingga kita dapat tentukan tinggi FD, yakni:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Akhirnya tinggi CF pun dapat kita tentukan, yakni &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;table border="0" width="374"&gt;           &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;             &lt;td valign="top" width="85"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Tinggi CF &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td valign="top" width="279"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;= BD – BC – FD&lt;br /&gt;            = 80 cm – 10 cm – 10 cm&lt;br /&gt;            = 60 cm&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;         &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;         &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Jadi bagian badan yang terlihat bayangannya hanya 60 cm (pada gambar di atas, orang tersebut hanya dapat melihat bayangan badannya kira-kira dari perut sampai dengkul). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Bagaimana, sulitkah? Cobalah amati gambar dan baca uraian di atas sekali lagi, perlahan saja. Anda pasti bisa! &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6373947466133655534-6834575865596218470?l=nurfahmisigli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nurfahmisigli.blogspot.com/feeds/6834575865596218470/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nurfahmisigli.blogspot.com/2009/06/pemantulan-cahaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6373947466133655534/posts/default/6834575865596218470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6373947466133655534/posts/default/6834575865596218470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nurfahmisigli.blogspot.com/2009/06/pemantulan-cahaya.html' title='pemantulan cahaya'/><author><name>nurfahmi sigli</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17224812734733356205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
